Pelayanan Berfokus pada Pasien
PKPO — Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat
14 standar · 53 elemen penilaian
Gambaran umum
Pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat merupakan bagian penting dalam pelayanan pasien. Pelayanan kefarmasian yang diselenggarakan di rumah sakit harus mampu menjamin ketersediaan obat dan alat kesehatan yang bermutu, bermanfaat, aman, dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan pasien. Standar Pelayanan Kefarmasian meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai (BMHP), serta pelayanan farmasi klinik. Pengaturan Standar Pelayanan Kefarmasian di rumah sakit bertujuan untuk:
- a.meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian;
- b.menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian; dan
- c.melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient safety).
Pada bab ini penilaian terhadap pelayananan kefarmasian difokuskan pada sediaan farmasi dan BMHP.
Obat merupakan komponen penting dalam pengobatan simptomatik, preventif, kuratif, paliatif dan rehabilitatif terhadap penyakit dan berbagai kondisi.
Proses penggunaan obat yang mencakup peresepan, penyiapan (dispensing), pemberian dan pemantauan dilakukan secara multidisipliner dan terkoordinasi sehingga dapat menjamin penggunaan obat yang aman dan efektif.
Sistem pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat di rumah sakit dirancang, diimplementasikan, dan dilakukan peningkatan mutu secara berkesinambungan terhadap proses-proses: pemilihan, perencanaan dan pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, peresepan/permintaan obat/instruksi pengobatan, penyalinan (transcribing), penyiapan, pemberian dan pemantauan terapi obat.
Kejadian kesalahan obat (medication error) merupakan penyebab utama cedera pada pasien yang seharusnya dapat dicegah.
Untuk meningkatkan keselamatan pasien, rumah sakit harus berupaya mengurangi terjadinya kesalahan obat dengan membuat sistem pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat yang lebih aman (medication safety).
Masalah resistansi antimikroba merupakan masalah global yang disebabkan penggunaan antimikroba yang berlebihan dan tidak tepat.
Untuk mengurangi laju resistansi antimikroba dan meningkatkan patient outcome, maka rumah sakit harus melaksanakan program pengendalian resistansi antimikroba sesuai peraturan perundang-undangan.
Salah satu program kerja yang harus dilakukan adalah optimalisasi penggunaan antimikroba secara bijak melalui penerapan penatagunaan antimikroba (PGA).
Daftar standar
- PKPO 1Sistem pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat dikelola untuk memenuhi kebutuhan pasien sesuai dengan peraturan perundang-undangan.4 EP
- PKPO 2Rumah sakit menetapkan dan menerapkan formularium yang digunakan untuk peresepan/permintaan obat/instruksi pengobatan. Obat dalam formularium senantiasa…5 EP
- PKPO 3Rumah sakit menetapkan dan menerapkan regulasi penyimpanan sediaan farmasi dan BMHP disimpan dengan benar dan aman sesuai peraturan perundang-undangan dan…4 EP
- PKPO 3.1Rumah sakit menetapkan dan menerapkan regulasi pengelolaan obat atau produk yang memerlukan penanganan khusus, misalnya obat dan bahan berbahaya, radioaktif,…5 EP
- PKPO 3.2Rumah sakit menetapkan dan menerapkan regulasi pengelolaan obat, dan BMHP untuk kondisi emergensi yang disimpan di luar Instalasi Farmasi untuk memastikan…2 EP
- PKPO 3.3Rumah sakit menetapkan dan menerapkan regulasi penarikan kembali (recall) dan pemusnahan sediaan farmasi, BMHP dan implan sesuai peraturan perundang-undangan.4 EP
- PKPO 4Rumah sakit menetapkan dan menerapkan regulasi rekonsiliasi obat.2 EP
- PKPO 4.1Rumah sakit menetapkan dan menerapkan regulasi peresepan/permintaan obat dan BMHP/instruksi pengobatan sesuai peraturan perundang-undangan.5 EP
- PKPO 5Rumah sakit menetapkan dan menerapkan regulasi dispensing sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai sesuai standar profesi dan peraturan perundang-undangan.7 EP
- PKPO 5.1Rumah sakit menetapkan dan menerapkan regulasi pengkajian resep dan telaah obat sesuai peraturan perundang-undangan dan standar praktik profesi.2 EP
- PKPO 6Rumah sakit menetapkan dan menerapkan regulasi pemberian obat sesuai peraturan perundang-undangan.4 EP
- PKPO 6.1Rumah sakit menetapkan dan menerapkan regulasi penggunaan obat yang dibawa pasien dari luar rumah sakit dan penggunaan obat oleh pasien secara mandiri.3 EP
- PKPO 7Rumah sakit menerapkan pemantauan terapi obat secara kolaboratif.2 EP
- PKPO 7.1Rumah sakit menetapkan dan menerapkan proses pelaporan serta tindak lanjut terhadap kesalahan obat (medication error) dan berupaya menurunkan kejadiannya.4 EP
Template dokumen untuk bab PKPO
25 template Word berikut termasuk dalam bonus paket AkrediRS, siap disesuaikan dengan fasilitas Anda.
Pedoman (2)
- PKPO-002 Pedoman Pelayanan Kefarmasian
- PKPO-003 Pedoman Pengorganisasian Instalasi Farmasi
Panduan (2)
- PKPO-019 Panduan Penulisan Resep-Instruksi Pengobatan dan Resep Khusus
- PKPO-028 Panduan Keselamatan Penggunaan Obat (Medication Safety)
SPO (21)
- PKPO-004 SPO Pelayanan Informasi Obat (PIO) dan Sumber Informasi Obat
- PKPO-007 SPO Penyusunan, Pemantauan Kepatuhan dan Revisi Formularium Rumah Sakit
- PKPO-008 SPO Perencanaan dan Pengadaan Sediaan Farmasi dan BMHP
- PKPO-009 SPO Penyimpanan Sediaan Farmasi dan BMHP (termasuk di luar Instalasi Farmasi)
- PKPO-010 SPO Penyimpanan dan Pelaporan Narkotika dan Psikotropika
- PKPO-011 SPO Pelabelan Obat dan Bahan Racikan
- PKPO-012 SPO Pengelolaan Obat Khusus (B3, Radioaktif, Obat Penelitian, Nutrisi Parenteral, Obat Program dan Donasi)
- PKPO-013 SPO Pengelolaan Obat dan BMHP Emergensi (Troli-Kit Emergensi termasuk Ambulans)
- PKPO-014 SPO Penetapan Beyond Use Date (BUD)
- PKPO-015 SPO Pelaporan Sediaan Farmasi dan BMHP Substandar-Rusak
- PKPO-016 SPO Penarikan Kembali (Recall) Obat, BMHP dan Implan
- PKPO-017 SPO Pemusnahan Sediaan Farmasi dan BMHP
- PKPO-018 SPO Rekonsiliasi Obat (Saat Masuk, Transfer dan Pulang)
- PKPO-020 SPO Distribusi dan Dispensing Obat (Unit Dose-Siap Pakai dengan Etiket Lengkap)
- PKPO-021 SPO Dispensing Sediaan Steril dan Pencampuran Sitostatika (Teknik Aseptik)
- PKPO-022 SPO Pengkajian Resep dan Telaah Obat
- PKPO-024 SPO Pemberian Obat (Verifikasi Benar Pasien, Obat, Dosis, Rute, Waktu
- PKPO-025 SPO Pengelolaan Obat yang Dibawa Pasien dan Penggunaan Obat Mandiri
- PKPO-026 SPO Pemantauan Terapi Obat (PTO) Kolaboratif
- PKPO-027 SPO Monitoring dan Pelaporan Efek Samping Obat (MESO)
- PKPO-029 SPO Pelaporan Kesalahan Obat (Medication Error)