Umum

Arti Kode Bukti R, D, O, W, S dalam Akreditasi Rumah Sakit dan Puskesmas

Diperbarui · Tim akreditasi.web.id

Setiap elemen penilaian (EP) dalam instrumen akreditasi diberi kode singkat seperti (R, D, W) atau (D, O). Kode ini menjawab pertanyaan paling praktis bagi tim akreditasi: bukti apa yang harus disiapkan agar EP ini terpenuhi? Memahami kode ini sejak awal membuat persiapan jauh lebih terarah, karena tim tidak lagi sekadar mengumpulkan dokumen sebanyak-banyaknya.

Lima kode bukti dan artinya

Standar Akreditasi Puskesmas (KMK HK.01.07/MENKES/165/2023) mendefinisikan kode RDOWS sebagai informasi tentang cara pemenuhan dan/atau penilaian setiap EP. Kode yang sama juga dipakai pada instrumen rumah sakit STARKES 2024.

KodeKepanjanganCara pemenuhan / penilaian
RRegulasiPenyediaan dokumen regulasi: surat keputusan, pedoman/panduan, kerangka acuan, dan/atau standar operasional prosedur.
DDokumenPenyediaan dokumen bukti pelaksanaan, seperti undangan pertemuan, notula, daftar hadir, sertifikat, dan sebagainya.
OObservasiPenilaian melalui pengamatan langsung oleh surveior.
WWawancaraPenilaian melalui wawancara dengan pimpinan, staf, atau pihak terkait.
SSimulasiPenilaian melalui simulasi atau peragaan.

Sumber definisi: KMK HK.01.07/MENKES/165/2023, Bab I huruf E angka 5.

Kode mana yang paling sering muncul?

Kami menghitung kode bukti pada seluruh EP di kedua instrumen. Satu EP bisa memiliki lebih dari satu kode, sehingga persentasenya tidak berjumlah 100%.

KodeSTARKES 2024 (806 EP)Standar Puskesmas (328 EP)
D — Dokumen626 EP (78%)281 EP (86%)
W — Wawancara376 EP (47%)256 EP (78%)
R — Regulasi171 EP (21%)145 EP (44%)
O — Observasi113 EP (14%)63 EP (19%)
S — Simulasi22 EP (3%)8 EP (2%)

Dua hal yang patut dicatat dari angka ini:

  • Bukti pelaksanaan (D) mendominasi. Regulasi yang lengkap saja tidak cukup; mayoritas EP menuntut bukti bahwa regulasi itu benar-benar dijalankan — notula, laporan, daftar hadir, rekam kegiatan.
  • Wawancara (W) sangat menentukan di puskesmas — muncul pada 78% EP. Staf perlu memahami dan mampu menjelaskan proses kerjanya, bukan hanya pimpinan atau tim akreditasi.

Cara menyiapkan bukti untuk tiap kode

R — Regulasi

Pastikan setiap regulasi ditetapkan dengan benar (bernomor, bertanggal, ditandatangani pimpinan) dan isinya sesuai bunyi EP. Satu kebijakan bisa memenuhi banyak EP, jadi petakan dulu EP mana saja yang dirujuknya.

D — Dokumen

Kumpulkan bukti secara berkala, bukan menjelang survei. Simpan di satu tempat yang tertata (misalnya folder Google Drive per bab) dan beri nama berkas yang konsisten agar mudah ditunjukkan.

O — Observasi

Yang dinilai adalah kondisi nyata: lingkungan, peralatan, dan praktik kerja. Lakukan telusur internal sebelum survei untuk memastikan praktik di lapangan sama dengan yang tertulis di regulasi.

W — Wawancara

Siapkan staf dengan sosialisasi dan latihan tanya-jawab. Jawaban yang baik menggambarkan apa yang sungguh dikerjakan sehari-hari dan selaras dengan regulasi yang berlaku.

S — Simulasi

Jumlahnya sedikit tetapi biasanya menyangkut keselamatan, sehingga perlu dilatih rutin dan didokumentasikan (jadwal, daftar hadir, evaluasi latihan).

Contoh pada instrumen

  • TKRS 1 — EP a hanya membutuhkan R (penetapan representasi pemilik), sedangkan EP c membutuhkan D dan W (bukti evaluasi dan wawancara).
  • Kriteria 3.3.1 Puskesmas — EP a tentang triase gawat darurat membutuhkan kelima jenis bukti sekaligus: R, D, O, W, S.

Kode bukti setiap EP dapat dilihat pada halaman instrumen STARKES 2024 dan Standar Akreditasi Puskesmas.