PAP — Pelayanan dan Asuhan Pasien
PAP 4
Pasien mendapatkan pengelolaan nyeri yang efektif.
Maksud dan tujuan
Pasien berhak mendapatkan pengkajian dan pengelolaan nyeri yang tepat. Rumah sakit harus memiliki proses untuk melakukan skrining, pengkajian, dan tata laksana untuk mengatasi rasa nyeri, yang terdiri dari:
- a)Identifikasi pasien dengan rasa nyeri pada pengkajian awal dan pengkajian ulang.
- b)Memberi informasi kepada pasien bahwa rasa nyeri dapat merupakan akibat dari terapi, prosedur, atau pemeriksaan.
- c)Memberikan tata laksana untuk mengatasi rasa nyeri, terlepas dari mana nyeri berasal, sesuai dengan regulasi rumah sakit.
- d)Melakukan komunikasi dan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pengelolaan nyeri sesuai dengan latar belakang agama, budaya, nilai-nilai yang dianut.
- e)Memberikan edukasi kepada seluruh PPA mengenai pengkajian dan pengelolaan nyeri.
Elemen penilaian (4)
- a.
Rumah sakit memiliki proses untuk melakukan skrining, pengkajian, dan tata laksana nyeri meliputi poin a) - e) pada maksud dan tujuan.
R
- Regulasi: Penetapan proses untuk melakukan skrining, pengkajian, dan tata laksana nyeri meliputi poin a) - e) pada maksud dan tujuan.
- b.
Informasi mengenai kemungkinan adanya nyeri dan pilihan tata laksananya diberikan kepada pasien yang menerima terapi/prosedur/pemeriksaan terencana yang sudah dapat diprediksi menimbulkan rasa nyeri.
DW
- Dokumen: Bukti rekam medis: Pemberian informasi kepada pasien tentang kemungkinan timbul rasa nyeri oleh karena tindakan terapi/prosedur/pemeriksaan
- Wawancara: PPA
- Wawancara: Pasien / keluarga
- c.
Pasien dan keluarga mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan nyeri sesuai dengan latar belakang agama, budaya, nilai-nilai yang dianut.
DW
- Dokumen: Bukti rekam medis: edukasi kepada pasien/keluarga tentang pengelolaan nyeri sesuai latar belakang agama, budaya, nilai-nilai yang dianut.
- Wawancara: PPA
- Wawancara: Pasien/ keluarga
- d.
Staf rumah sakit mendapatkan pelatihan mengenai cara melakukan edukasi bagi pengelolaan nyeri.
DWS
- Dokumen: Pelatihan mengenai cara melakukan edukasi nyeri bagi PPA
- Wawancara: PPA
- Simulasi: Pemberian edukasi pengelolaan nyeri
Kode bukti: R regulasi, D dokumen, O observasi, W wawancara, S simulasi. Cara menyiapkan tiap jenis bukti →