PAP — Pelayanan dan Asuhan Pasien
PAP 3
Rumah sakit memberikan makanan untuk pasien rawat inap dan terapi nutrisi terintegrasi untuk pasien dengan risiko nutrisional.
Maksud dan tujuan
Makanan dan terapi nutrisi yang sesuai sangat penting bagi kesehatan pasien dan penyembuhannya. Pilihan makanan disesuaikan dengan usia, budaya, pilihan, rencana asuhan, diagnosis pasien termasuk juga antara lain diet khusus seperti rendah kolesterol dan diet diabetes melitus. Berdasarkan pengkajian kebutuhan dan rencana asuhan, maka DPJP atau PPA lain yang kompeten memesan makanan dan nutrisi lainnya untuk pasien. Pasien berhak menentukan makanan sesuai dengan nilai yang dianut. Bila memungkinkan pasien ditawarkan pilihan makanan yang konsisten dengan status gizi. Jika keluarga pasien atau ada orang lain mau membawa makanan untuk pasien, maka mereka diberikan edukasi tentang makanan yang merupakan kontraindikasi terhadap rencana, kebersihan makanan, dan kebutuhan asuhan pasien, termasuk informasi terkait interaksi antara obat dan makanan. Makanan yang dibawa oleh keluarga atau orang lain disimpan dengan benar untuk mencegah kontaminasi. Skrining risiko gizi dilakukan pada pengkajian awal. Jika pada saat skrining ditemukan pasien dengan risiko gizi maka terapi gizi terintegrasi diberikan, dipantau, dan dievaluasi.
Elemen penilaian (5)
- a.
Berbagai pilihan makanan atau terapi nutrisi yang sesuai untuk kondisi, perawatan, dan kebutuhan pasien tersedia dan disediakan tepat waktu.
D
- Dokumen: Daftar menu makanan pasien
- Dokumen: Daftar menu makanan diet khusus
- Dokumen: Jadwal waktu penyajian makanan
- b.
Sebelum pasien rawat inap diberi makanan, terdapat instruksi pemberian makanan dalam rekam medis pasien yang didasarkan pada status gizi dan kebutuhan pasien.
DW
- Dokumen: Bukti rekam medis pengkajian gizi/nutrisi pasien
- Dokumen: Bukti rekam medis yang berisi instruksi pemberian makanan
- Dokumen: Berkas pemesanan makanan pasien sesuai dengan status gizi dan kebutuhan pasien
- Wawancara: Petugas gizi
- c.
Untuk makanan yang disediakan keluarga, edukasi diberikan mengenai batasan-batasan diet pasien dan penyimpanan yang baik untuk mencegah kontaminasi.
DW
- Dokumen: Bukti rekam medis pemberian edukasi tentang pembatasan diet pasien dan penyimpanan makanan yang baik mencegah risiko kontaminasi
- Wawancara: PPA
- Wawancara: Pasien / keluarga
- d.
Memiliki bukti pemberian terapi gizi terintegrasi (rencana, pemberian dan evaluasi) pada pasien risiko gizi.
DW
- Dokumen: Berkas rekam medis pasien terkait pemberian terapi gizi diintegrasikan pada pasien risiko gizi (ada pengkajian gizi, rencana, pemberian dan evaluasi)
- Wawancara: Dietisien/petugas gizi
- e.
Pemantauan dan evaluasi terapi gizi dicatat di rekam medis pasien.
D
- Dokumen: Bukti rekam medis: pemantauan dan evaluasi terapi gizi di rekam medis pasien
Kode bukti: R regulasi, D dokumen, O observasi, W wawancara, S simulasi. Cara menyiapkan tiap jenis bukti →