MRMIK — Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
MRMIK 2
Seluruh komponen dalam rumah sakit termasuk pimpinan rumah sakit, PPA, kepala unit klinis/non klinis dan staf dilatih mengenai prinsip manajemen dan penggunaan informasi.
Maksud dan tujuan
Seluruh komponen dalam rumah sakit termasuk pimpinan rumah sakit, PPA, kepala unit klinis/non klinis dan staf akan mengumpulkan dan menganalisis, serta menggunakan data dan informasi. Dengan demikian, mereka harus dilatih tentang prinsip pengelolaan dan penggunaan informasi agar dapat berpartisipasi secara efektif. Pelatihan tersebut berfokus pada:
- a)penggunaan sistem informasi, termasuk penggunaan rekam medis elektronik, untuk melaksanakan tanggung jawab pekerjaan mereka secara efektif dan menyelenggarakan perawatan secara efisien dan aman;
- b)Pemahaman terhadap kebijakan dan prosedur untuk memastikan keamanan dan kerahasiaan data dan informasi;
- c)Pemahaman dan penerapan strategi untuk pengelolaan data, informasi, dan dokumentasi selama waktu henti (downtime) yang direncanakan dan tidak terencana;
- d)Penggunaan data dan informasi untuk membantu pengambilan keputusan;
- e)Komunikasi yang mendukung partisipasi pasien dan keluarga dalam proses perawatan; dan
- f)Pemantauan dan evaluasi untuk mengkaji dan meningkatkan proses kerja serta perawatan.
Semua staf dilatih sesuai tanggung jawab, uraian tugas, serta kebutuhan data dan informasi.
Dalam penyelenggaraan rekam medis elektronik di rumah sakit harus dipastikan bahwa staf dapat mengakses, meninjau, dan/atau mendokumentasikan rekam medis pasien sesuai dengan hak akses yang diberikan oleh Direktur rumah sakit, dan staf dimaksud telah mendapatkan pelatihan untuk menggunakan sistem rekam medis elektronik secara efektif dan efisien.
PPA, peneliti, pendidik, kepala unit klinis / non klinis seringkali membutuhkan informasi untuk membantu mereka dalam pelaksanaan tanggung jawab, serta peran dan fungsi masing-masing.
Informasi yang dibutuhkan termasuk literatur ilmiah dan manajemen, panduan praktik klinis, hasil penelitian, metode pendidikan.
Internet, materi cetakan di perpustakaan, sumber pencarian daring (on-line), dan materi pribadi yang semuanya merupakan sumber yang bernilai sebagai informasi terkini.
Proses manajemen informasi memungkinkan penggabungan informasi dari berbagai sumber dan menyusun laporan untuk menunjang pengambilan keputusan.
Secara khusus, kombinasi informasi klinis dan non klinis membantu pimpinan departemen/pelayanan untuk menyusun rencana secara kolaboratif.
Proses manajemen informasi mendukung para pimpinan departemen/pelayanan dengan data perbandingan dan data longitudinal terintegrasi.
Elemen penilaian (2)
- a.
Terdapat bukti PPA, pimpinan rumah sakit, kepala departemen, unit layanan dan staf telah dilatih tentang prinsip pengelolaan dan penggunaan informasi sistem sesuai dengan peran dan tanggung jawab mereka.
DW
- Dokumen: Bukti pelatihan bagi PPA, pimpinan rumah sakit, kepala departemen, unit layanan dan staf tentang prinsip pengelolaan dan penggunaan sistem informasi termasuk rekam medis elektronik
- Wawancara: Pimpinan Rumah Sakit
- Wawancara: Kepala Departemen/Unit Pelayanan
- Wawancara: PPA
- b.
Terdapat bukti bahwa data dan informasi klinis serta non klinis diintegrasikan sesuai kebutuhan dan digunakan dalam mendukung proses pengambilan keputusan sesuai dengan peraturan perundang undangan.
DO
- Dokumen: Bukti data dan informasi klinis serta non klinis diintegrasikan sesuai kebutuhan dan digunakan dalam mendukung proses pengambilan keputusan sesuai dengan peraturan perundang undangan.
- Observasi: Bukti data dan informasi klinis serta non klinis diintegrasikan secara real time menggunakan sistem elektronik.
Kode bukti: R regulasi, D dokumen, O observasi, W wawancara, S simulasi. Cara menyiapkan tiap jenis bukti →