PPI — Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

PPI 13

Rumah sakit melakukan edukasi tentang PPI kepada staf klinis dan nonklinis, pasien, keluarga pasien, serta petugas lainnya yang terlibat dalam pelayanan pasien.

Maksud dan tujuan

Agar program PPI efektif harus dilakukan edukasi kepada staf klinis dan nonkliniks tentang program PPI pada waktu mereka baru bekerja di rumah sakit dan diulangi secara teratur. Edukasi diikuti oleh staf klinik dan staf nonklinik, pasien, keluarga pasien, pedagang, dan juga pengunjung. Pasien dan keluarga didorong untuk berpartisipasi dalam implementasi program PPI. Pelatihan diberikan sebagai bagian dari orientasi kepada semua staf baru dan dilakukan pelatihan kembali secara berkala, atau paling sedikit jika ada perubahan kebijakan, prosedur, dan praktik yang menjadi panduan program PPI. Dalam pendidikan juga disampaikan temuan dan kecenderungan ukuran kegiatan. Berdasar atas hal di atas maka rumah sakit agar menetapkan program pelatihan PPI yang meliputi pelatihan untuk:

  • a)Orientasi pegawai baru baik staf klinis maupun nonklinis di tingkat rumah sakit maupun di unit pelayanan;
  • b)Staf klinis (profesional pemberi asuhan) secara berkala;
  • c)staf nonklinis;
  • d)Pasien dan keluarga; dan
  • e)Pengunjung.

Elemen penilaian (3)

  1. a.

    Rumah sakit menetapkan program pelatihan dan edukasi tentang PPI yang meliputi a) - e) yang ada pada maksud dan tujuan.

    R

    • Regulasi: Penetapan program pelatihan dan edukasi tentang PPI meliputi a) – e) yang ada pada maksud dan tujuan.
  2. b.

    Ada bukti pelaksanaan pelatihan untuk semua staf klinik dan nonklinik sebagai bagian dari orientasi pegawai baru tentang regulasi dan praktik program PPI.

    D

    • Dokumen: Bukti pelatihan tentang regulasi dan praktik program PPI untuk semua staf klinik dan nonklinik sebagai bagian dari orientasi pegawai baru
  3. c.

    Ada bukti pelaksanaan edukasi untuk pasien, keluarga, dan pengunjung.

    DW

    • Dokumen: Bukti pelaksanaan edukasi untuk pasien/keluarga, dan pengunjung (Banner, Flyer, Materi, dokumentasi).
    • Wawancara: IPCN
    • Wawancara: Pasien/keluarga/pengunjung

Kode bukti: R regulasi, D dokumen, O observasi, W wawancara, S simulasi. Cara menyiapkan tiap jenis bukti →