PAP — Pelayanan dan Asuhan Pasien

PAP 2.6

Pelayanan resusitasi tersedia di seluruh area rumah sakit.

Maksud dan tujuan

Pelayanan resusitasi diartikan sebagai intervensi klinis pada pasien yang mengalami kejadian mengancam hidupnya seperti henti jantung atau paru. Pada saat henti jantung atau paru maka pemberian kompresi pada dada atau bantuan pernapasan akan berdampak pada hidup atau matinya pasien, setidak-tidaknya menghindari kerusakan jaringan otak. Resusitasi yang berhasil pada pasien dengan henti jantung-paru bergantung pada intervensi yang kritikal/penting seperti kecepatan pemberian bantuan hidup dasar, bantuan hidup lanjut yang akurat (code blue) dan kecepatan melakukan defibrilasi. Pelayanan seperti ini harus tersedia untuk semua pasien selama 24 jam setiap hari. Sangat penting untuk dapat memberikan pelayanan intervensi yang kritikal, yaitu tersedia dengan cepat peralatan medis terstandar, obat resusitasi, dan staf terlatih yang baik untuk resusitasi. Bantuan hidup dasar harus dilakukan secepatnya saat diketahui ada tanda henti jantung-paru dan proses pemberian bantuan hidup lanjut kurang dari 5 (lima) menit. Hal ini termasuk evaluasi terhadap pelaksanaan sebenarnya resusitasi atau terhadap simulasi pelatihan resusitasi di rumah sakit. Pelayanan resusitasi tersedia di seluruh area rumah sakit termasuk peralatan medis dan staf terlatih, berbasis bukti klinis, dan populasi pasien yang dilayani.

Elemen penilaian (4)

  1. a.

    Pelayanan resusitasi tersedia dan diberikan selama 24 jam setiap hari di seluruh area rumah sakit.

    DW

    • Dokumen: Bukti Daftar jaga tim code blue 24 jam setiap hari.
    • Dokumen: Bukti jumlah tim code blue memadai sesuai luas area rumah sakit.
    • Wawancara: Tim kode biru
  2. b.

    Peralatan medis untuk resusitasi dan obat untuk bantuan hidup dasar dan lanjut terstandar sesuai dengan kebutuhan populasi pasien.

    DW

    • Dokumen: Daftar peralatan medis untuk resusitasi dan obat untuk bantuan hidup dasar dan lanjut terstandar sesuai dengan kebutuhan populasi pasien
    • Dokumen: Daftar peralatan medis untuk resusitasi dan obat untuk bantuan hidup dasar dan lanjut terstandar di tingkat unit pelayanan
    • Dokumen: Hasil pemantauan peralatan medis untuk resusitasi dan obat untuk bantuan hidup dasar dan lanjut
    • Wawancara: Kepala Instalasi/ruangan
  3. c.

    Di seluruh area rumah sakit, bantuan hidup dasar diberikan segera saat dikenali henti jantung-paru dan bantuan hidup lanjut diberikan kurang dari 5 menit.

    SW

    • Wawancara: Tim kode biru
    • Simulasi: Simulasi code blue, dengan respon time kurang dari 5 menit, prosedur tepat dan akurat
  4. d.

    Staf diberi pelatihan pelayanan bantuan hidup dasar/lanjut sesuai dengan ketentuan rumah sakit.

    DW

    • Dokumen: Bukti sertifikat pelatihan BHD untuk seluruh staf dan BHL untuk tim kode biru
    • Dokumen: Bukti pelatihan internal BHD dan BHL
    • Wawancara: Staf RS
    • Wawancara: Unit diklat

Kode bukti: R regulasi, D dokumen, O observasi, W wawancara, S simulasi. Cara menyiapkan tiap jenis bukti →