MFK — Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
MFK 8.2
Sistem utilitas rumah sakit menjamin tersedianya air bersih dan listrik sepanjang waktu serta menyediakan sumber cadangan/alternatif persediaan air dan tenaga listrik jika terjadi terputusnya sistem, kontaminasi, atau kegagalan.
Maksud dan tujuan
Pelayanan pasien dilakukan selama 24 jam terus menerus, setiap hari dalam seminggu di rumah sakit. Rumah sakit harus melindungi pasien dan staf dalam keadaan darurat seperti jika terjadi kegagalan sistem, pemutusan, dan kontaminasi. Sistem tenaga listrik darurat dibutuhkan oleh semua rumah sakit yang ingin memberikan asuhan kepada pasien tanpa putus dalam keadaan darurat. Sistem darurat ini memberikan cukup tenaga listrik untuk mempertahankan fungsi yang esensial dalam keadaan darurat dan juga menurunkan risiko terkait terjadi kegagalan. Tenaga listrik cadangan dan darurat harus dites sesuai dengan rencana yang dapat membuktikan beban tenaga listrik memang seperti yang dibutuhkan. Perbaikan dilakukan jika dibutuhkan seperti menambah kapasitas listrik di area dengan peralatan baru. Mutu air dapat berubah mendadak karena banyak sebab, tetapi sebagian besar karena terjadi di luar rumah sakit seperti ada kebocoran di jalur suplai ke rumah sakit. Jika terjadi suplai air ke rumah sakit terputus maka persediaan air bersih darurat harus tersedia segera. Untuk mempersiapkan diri terhadap keadaan darurat seperti ini, rumah sakit agar mempunyai proses meliputi:
- a)Mengidentifikasi peralatan, sistem, serta area yang memiliki risiko paling tinggi terhadap pasien dan staf (sebagai contoh, rumah sakit mengidentifikasi area yang membutuhkan penerangan, pendinginan (lemari es), bantuan hidup/ventilator, serta air bersih untuk membersihkan dan sterilisasi alat);
- b)Menyediakan air bersih dan listrik 24 jam setiap hari dan 7 (tujuh) hari seminggu;
- c)Menguji ketersediaan serta kehandalan sumber tenaga listrik dan air bersih darurat/pengganti/back-up;
- d)Mendokumentasikan hasil-hasil pengujian;
- e)Memastikan bahwa pengujian sumber cadangan/alternatif air bersih dan listrik dilakukan setidaknya setiap 6 (enam) bulan atau lebih sering jika dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan di daerah, rekomendasi produsen, atau kondisi sumber listrik dan air.
Kondisi sumber listrik dan air yang mungkin dapat meningkatkan frekuensi pengujian mencakup:
- (1)Perbaikan sistem air bersih yang terjadi berulang-ulang.
- (2)Sumber air bersih sering terkontaminasi.
- (3)Jaringan listrik yang tidak dapat diandalkan.
- (4)Pemadaman listrik yang tidak terduga dan berulang-ulang.
Elemen penilaian (5)
- a.
Rumah Sakit mempunyai proses sistem utilitas terhadap keadaan darurat yang meliputi poin a) - e) pada maksud dan tujuan.
R
- Regulasi: Penetapan proses sistem utilitas terhadap keadaan darurat yang meliputi a) - e) dalam maksud dan tujuan.
- b.
Air bersih harus tersedia selama 24 jam setiap hari, 7 (tujuh) hari dalam seminggu.
OW
- Observasi: Terdapat persediaan air bersih, selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu.
- Wawancara: Staf Penanggung Jawab Pengelola air/IPSRS
- c.
Listrik tersedia 24 jam setiap hari, 7 (tujuh) hari dalam seminggu.
OW
- Observasi: Terdapat sumber listrik utama dan sumber listrik alternatif yang tersedia 24 jam setiap hari, 7 (tujuh) hari dalam seminggu
- Wawancara: Penanggung Jawab pengelola Listrik/ IPSRS
- d.
Rumah Sakit mengidentifikasi area dan pelayanan yang berisiko paling tinggi bila terjadi kegagalan listrik atau air bersih terkontaminasi atau terganggu dan melakukan penanganan untuk mengurangi risiko.
DW
- Dokumen: Dokumen bukti identifikasi area berisiko paling tinggi bila terjadi kegagalan Listrik dan air bersih terkontaminasi.
- Wawancara: Penanggung jawab listrik atau air bersih/ IPSRS
- e.
Rumah sakit mempunyai sumber listrik dan air bersih cadangan dalam keadaan darurat/emergensi.
DO
- Dokumen: Bukti kontrak kerjasama dengan penyedia listrik dan air bersih bila terjadi keadaan darurat/ emergensi.
- Observasi: Observasi sumber air bersih dan listrik cadangan (Genset, Sumur Artesis, PDAM, dll).
Kode bukti: R regulasi, D dokumen, O observasi, W wawancara, S simulasi. Cara menyiapkan tiap jenis bukti →