PPK — Pendidikan dalam Pelayanan Kesehatan

PPK 6

Pelaksanaan pendidikan klinis di rumah sakit harus mematuhi regulasi rumah sakit dan pelayanan yang diberikan berada dalam upaya mempertahankan atau meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.

Maksud dan tujuan

Dalam pelaksanaannya program pendidikan klinis tersebut senantiasa menjamin mutu dan keselamatan pasien. Rumah sakit memiliki rencana dan melaksanakan program orientasi terkait penerapan konsep mutu dan keselamatan pasien yang harus diikuti oleh seluruh peserta pendidikan klinis serta mengikutsertakan peserta didik dalam semua pemantauan mutu dan keselamatan pasien. Orientasi peserta pendidikan klinis minimal mencakup:

  • a)Program rumah sakit tentang mutu dan keselamatan pasien;
  • b)Program pengendalian infeksi;
  • c)Program keselamatan penggunaan obat; dan
  • d)Sasaran keselamatan pasien.

Peserta pendidikan klinis seyogyanya diikutsertakan dalam pelaksanaan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit, yang disesuaikan dengan jenis dan jenjang pendidikannya.

Penugasan peserta didik dalam pelaksanaan program mutu dan keselamatan pasien diatur bersama antara organisasi pengelola pendidikan, pengelola mutu dan keselamatan pasien, serta kepala unit pelayanan.

Rumah sakit harus dapat membuktikan bahwa adanya peserta didik di rumah sakit tidak menurunkan mutu pelayanan dan tidak membahayakan keselamatan pasien di rumah sakit.

Hasil survei kepuasan pasien atas pelayanan rumah sakit harus memasukkan unsur kepuasan atas keterlibatan peserta didik dalam pelayanan kepada pasien.

Elemen penilaian (6)

  1. a.

    Rumah sakit menetapkan unit yang bertanggung jawab untuk mengelola pelaksanaan pendidikan klinis di rumah sakit.

    R

    • Regulasi: Penetapan Komite/Tim Koordinasi Pendidikan/ Unit yang bertanggungjawab untuk mengelola pelaksanaan pendidikan klinis di rumah sakit, disertai uraian tugas dan tanggung jawabnya
  2. b.

    Rumah sakit menetapkan program orientasi peserta pendidikan klinis.

    R

    • Regulasi: Program orientasi bagi peserta pendidikan klinis
  3. c.

    Rumah sakit telah memiliki bukti pelaksanaan dan sertifikat program orientasi peserta pendidikan klinis.

    DW

    • Dokumen: Bukti pelaksanaan orientasi peserta pendidikan klinis
    • Wawancara: Peserta pendidikan klinis
  4. d.

    Rumah sakit telah memiliki bukti pelaksanaan dan dokumentasi peserta didik diikutsertakan dalam semua program peningkatan mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit.

    DW

    • Dokumen: Bukti keikutsertaan peserta didik dalam program peningkatan mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit
    • Wawancara: Peserta pendidikan klinis
  5. e.

    Rumah sakit telah memantau dan mengevaluasi bahwa pelaksanaan program pendidikan kesehatan tidak menurunkan mutu dan keselamatan pasien yang dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali setahun yang terintegrasi dengan program mutu dan keselamatan pasien.

    D

    • Dokumen: Monitoring dan evaluasi serta analisis perbandingan ketika ada peserta didik dan ketika tidak ada peserta didik; pengaruhnya terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien, sekurang kurangnya setahun sekali
  6. f.

    Rumah sakit telah melakukan survei mengenai kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit atas dilaksanakannya pendidikan klinis sekurang-kurangnya sekali setahun.

    DW

    • Dokumen: Hasil survei kepuasan pasien sekurang-kurangnya setahun sekali.
    • Wawancara: Pasien / Keluarga Pasien

Kode bukti: R regulasi, D dokumen, O observasi, W wawancara, S simulasi. Cara menyiapkan tiap jenis bukti →