SD5 Tema 7-2-5 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 5.

Peristiwa-peristiwa heroik banyak terjadi di daerah-daerah setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Para pejuang dengan gagah berani dan pantang menyerah berusaha mengusir Jepang dari Indonesia.

Semangat dan suka cita menyambut Proklamasi Kemerdekaan sangat terasa di seluruh penjuru Indonesia. Semangat tersebut diikuti oleh keinginan yang kuat untuk mengusir Jepang dari Indonesia. Seberapa pun kuatnya tentara Jepang yang dipersenjatai lengkap dan modern tidak menyurutkan nyali dan tekad pejuang-pejuang Indonesia. Dengan gagah berani dan jiwa pantang mundur yang berkobar-kobar, pejuang-pejuang Indonesia terus menentang dan melakukan berbagai macam perlawanan terhadap Jepang.
Ayo, rasakan semangat gagah berani dan pantang mundur para pejuang Indonesia tersebut dengan menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar” berikut ini!

Bersama teman-temanmu, nyanyikan lagu berikut dengan nada dan tempo yang sesuai.

Setelah kamu dan teman-temanmu bernyanyi, cari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut!

1, Apa yang kamu rasakan saat menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar”? Jelaskan!
2, Bagaimanakah nada dan tempo lagu “Maju Tak Gentar”? Jelaskan!
3, Apakah lirik lagu “Maju Tak Gentar” mencerminkan nilai-nilai kepah- lawanan? Jelaskan!

Dapatkah kamu memperagakan gerak tari dengan iringan lagu “Maju Tak Gentar”? Peragakan gerak tari berikut dengan iringan lagu “Maju Tak Gentar”. Kamu boleh membuat pola lantai lain yang berbeda dari gambar di bawah. Pasti kamu lebih kreatif.

Peragakan gerak berikut dengan semangat seperti para pejuang mem- pertahankan kemerdekaan Indonesia.

– Gerak 1 : Berjalan tegap ke depan.
– Gerak 2: Mengayunkan gendewa ke depan, lalu ditarik ke atas.

– Gerak 3 : Berlari-lari kecil, pandangan ke arah gendewa.
– Gerak 4 : Meluruskan tangan kanan ke atas, lalu menekuk. Pandangan menatap tajam ke depan, lalu kepala menengok ke kanan.

Sejak pembacaan teks Proklamasi oleh Soekarno-Hatta, gaung Proklamasi terdengar di mana-mana. Namun, belum lama menikmati kemerdekaan, bangsa Indonesia sudah dihadapkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan itu dikarenakan Belanda ingin menjajah Indonesia lagi. Belanda datang ke Indonesia dengan membonceng tentara Sekutu pimpinan Inggris. Akibatnya, pertempuran terjadi di mana-mana. Korban pun banyak berjatuhan.

 

Judul Bacaan : Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.

Ketika bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, banyak pihak asing yang tidak menyetujuinya. Pihak-pihak asing tersebut antara lain Sekutu, terutama Belanda dan Inggris. Demikian pula dengan Jepang. Banyak tentara Jepang yang masih tersisa di Indonesia belum mengetahui jika mereka telah kalah dan menyerah kepada Sekutu. Mereka juga belum tahu jika bangsa Indonesia telah merdeka.
Belanda datang kembali ke Indonesia dengan membonceng Inggris. Inggris merupakan perwakilan Sekutu di Asia Tenggara. Tentara Inggris ini diberi nama AFNEI di bawah pimpinan Jenderal Sir Philip Cristison. Inggris bertugas melucuti senjata tentara Jepang yang masih ada di Indonesia serta membebaskan tawanan perang Sekutu.
Kedatangan Inggris yang ternyata juga diboncengi tentara sipil Belanda yang disebut NICA ditentang oleh rakyat dan pemerintah Indonesia. Mereka tidak menghormati kedaulatan bangsa Indonesia. Perlawanan rakyat terjadi di mana-mana. Perjuangan rakyat dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan dua cara, yakni perlawanan fisik dan diplomasi. Perlawanan fisik dilakukan dengan kontak senjata. Adapun perjuangan dengan diplomasi dilakukan melalui meja-meja perundingan. Perlawanan fisik dilakukan di berbagai daerah, antara lain sebagai berikut.

1, Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang kemudian setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Berawal dari tewasnya Jenderal Mallaby, pimpinan Sekutu. Adapun tokoh yang terlibat adalah Bung Tomo, Gubernur Suryo, dan Kolonel Sungkono.

2, Palagan Ambarawa, terjadi pada tanggal 15 Desember 1945 di Ambarawa, Jawa Tengah. Kemudian, setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infantri Nasional. Insiden ini bermula dari Sekutu mempersenjatai tawanan yang sudah dibebaskan. Sekutu juga membebaskan orang- orang Belanda secara sepihak. Adapun tokoh yang terlibat dalam peristiwa ini antara lain Kolonel Isdiman dan Kolonel Sudirman.

BACA JUGA :   Panas dan Perpindahannya - SD Kelas 5 Tema 6 - Sub Tema 2-4 - K2013 Rev 2017

3, Bandung Lautan Api, terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. Insiden ini bermula dari ultimatum Sekutu meminta senjata yang diperoleh
dari tentara Jepang untuk diserahkan kepada Sekutu. Namun, rakyat Bandung menolaknya, bahkan membakar Kota Bandung agar tidak dikuasai Sekutu. Tokoh yang terlibat antara lain Moh. Toha, Abdul Haris Nasution, dan Suryadi Suryadarma.

4, Medan Area, terjadi pada tanggal 10 Desember 1945 karena orang- orang Belanda menginjak-injak bendera Merah Putih. Tokoh yang terkenal adalah Ahmad Tahir.

5, Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Peristiwa ini dipicu Belanda yang menduduki Kota Yogyakarta dan mempropagandakan bahwa TNI telah hancur. Tokoh yang terlibat antara lain Letkol. Suharto dan Sultan Hamengkubuwono IX.

Perjuangan secara diplomasi juga dilakukan dari perundingan satu ke perundingan yang lain.
1, Perundingan Linggarjati.
Diadakan pada tanggal 10 November 1946 di Linggarjati, Cirebon, Jawa Barat. Dalam perundingan ini, Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir dan Belanda diwakili oleh Prof. Schermerhon. Hasil perjanjian ini sebagai berikut.
•Belanda hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatra.
•Negara Indonesia Serikat terdiri dari Negara Republik Indonesia,
Negara Indonesia Timur, dan Negara Kalimantan.
•Negara Indonesia Serikat dan Belanda merupakan satu uni dengan nama Uni Indonesia-Belanda yang diketuai
Belanda. Namun, Belanda mengingkari perjanjian ini dan melancarkan Agresi Militer Belanda I pada tanggal 21 Juli 1947.

Gambar Gedung Perundingan Linggarjati.

2, Perjanjian Renville.

Perjanjian Renville diadakan pada tanggal 17 Januari 1948 di atas kapal USS Renville milik Amerika Serikat. Isi perjanjian ini sebagai berikut.
•Belanda hanya mengakui daerah Republik Indonesia atas Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Barat, dan Sumatra.
•Semua pasukan RI harus ditarik mundur dari wilayah-wilayah yang diduduki Belanda.
•Belanda tetap berdaulat di seluruh wilayah Indonesia sampai diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) yang akan segera dibentuk. Namun, Belanda lagi-lagi mengingkari isi Perjanjian Renville dan melakukan Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1949.

BACA JUGA :   SD Kelas 5 Tema 6 - Pahlawan Buku - Penulis Ganda Rudolf - Literasi 2

3, Perjanjian Roem Royen.
Diadakan pada tanggal 17 April 1949 di Jakarta. Indonesia diwakili oleh Moh. Roem dan Belanda diwakili oleh Van Royen. Isi perjanjian ini sebagai berikut.
•Pemerintah Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta.
•Menghentikan gerakan militer dan mengembalikan tawanan.
•Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat.
•Akan segera dilaksanakan Konferensi Meja Bundar.

Cari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1, Mengapa bangsa Indonesia masih harus berjuang lagi mempertahankan kemerdekaannya?
2, Apa yang dimaksud perjuangan fisik dan diplomasi?
3, Apa yang melatarbelakangi peristiwa Pertempuran 10 November di Surabaya?
4, Apa isi Perjanjian Roem Royen?
5, Apa yang dimaksud agresi militer Belanda? Kapan terjadinya?

Perjuangan fisik dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah bentuk perlawanan terhadap penjajah dengan kontak senjata. Pada waktu itu, senjata yang digunakan oleh pejuang-pejuang Indonesia masih tradi- sional seperti bambu runcing, keris, dan tombak. Jika memakai senapan api, itu pun hanya hasil dari rampasan. Sangat berbeda dengan senjata yang dimiliki Inggris, Belanda, ataupun Jepang. Mereka sudah menggunakan senjata modern, seperti meriam, pis- tol, bahkan bom.

Perjuangan para pahlawan waktu itu sungguh hebat. Mereka tetap semangat membara pantang menyerah walaupun para penjajah Indonesia menggunakan senjata modern. Tentu saja suhu udara saat itu sangat panas saat para penjajah menembakkan meriam dan mengebom.

Berbicara tentang panas, tentu kamu masih ingat akan kalor, termasuk perpindahan kalor dan kemampuan kalor mengubah suhu dan mengubah wujud benda. Pada pembelajaran yang lalu, telah kita buktikan melalui percobaan bahwa kalor dapat mengubah wujud benda melalui peristiwa mencair.
Sekarang, kita akan buktikan lagi kemampuan kalor mengubah wujud benda melalui peristiwa penguapan. Penguapan adalah peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas melalui penyerapan kalor.

Pernahkah kamu mengamati ketika merebus air sampai mendidih? Apakah yang keluar dari cerek? Dari mulut cerek, keluar asap putih. Asap putih tersebut adalah air yang terkena panas berubah menjadi uap air.

Contoh lain perubahan wujud karena penguapan sebagai berikut.
1, Bensin dibiarkan di tempat terbuka lama-lama akan habis.
2, Minyak kayu putih dibiarkan di dalam botol terbuka dalam waktu lama akan berkurang isinya.
3, Baju basah akan kering ketika dijemur di bawah panas matahari.

 

PERCOBAAN 1 – Mengamati perubahan wujud benda.

Alat dan Bahan
1, Kompor spiritus.
2, Panci tertutup.
3, Dudukan pembakar.
4, Air secukupnya.

Cara Kerja
1, Tuangkan air ke dalam panci.
2, Siapkan kompor spiritus dan dudukan, kemudian nyalakan.
3, Panaskan air dalam panci tanpa tutup di atas kompor spiritus. Berilah tanda tinggi permukaan air pada dinding panci.
4,Tunggu beberapa saat sampai terlihat ada sesuatu yang keluar dari permukaan air bergerak melayang ke udara.
5, Setelah beberapa saat, tutuplah panci rapat-rapat.
6, Bukalah tutup panci dengan hati-hati. Lihatlah dan perhatikan sesuatu yang terdapat pada tutup panci.
7, Panaskan air dalam panci tanpa tutup lagi. Kemudian, bandingkan jumlah air dalam panci dengan jumlah air pada waktu awal sebelum dipanaskan (lihat tanda tinggi permukaan air pada dinding panci).

BACA JUGA :   Pelajaran 2 - Panas dan Perpindahannya - SD Kelas 5 Tema 6 - Sub Tema 1 - K2013 Rev 2017

Ceritakan pengalamanmu dalam bekerja sama saat melakukan percobaan.
1, Ketika kamu menuangkan air ke dalam panci, benda berwujud apakah air itu?
2, Bagaimanakah suhu air sebelum dipanaskan dengan kompor spiritus?
3, Apa yang sedang terjadi pada saat air dalam panci itu diletakkan di atas kompor spiritus?
4, Setelah beberapa saat di atas kompor spiritus, apakah yang tampak keluar dari permukaan air dalam panci? Berwujud apakah benda itu?
5, Setelah ditutup dengan tutup kering, kemudian tutup dibuka, apa yang tampak pada permukaan tutup itu?
6, Dari manakah asal air yang ada ditutup panci itu?
7, Setelah air dipanaskan beberapa saat, bertambah atau berkurangkah air dalam panci? Jika berkurang, ke manakah air itu hilang?

Kesimpulan : Kegiatan yang telah kamu lakukan menunjukkan: dengan pemanasan, air akan berubah wujud menjadi gas yaitu uap air.

 

PERCOBAAN 2 – Mengamati perubahan wujud benda.

Alat dan Bahan :
1, Sapu tangan.
2, Air dalam mangkuk.

Cara Kerja :
1, Siapkan alat dan bahan.
2, Celupkan sapu tangan ke dalam air.
3, Jemur sapu tangan di bawah terik matahari.
4, Amati sapu tangan setelah dijemur.

  1. Menyiapkan alat dan bahan.
  2. Mencelupkan sapu tangan ke dalam air.
  3. Menjemur sapu tangan di bawah terik matahari.
  4. Mengamati keadaan sapu tangan setelah dijemur.

Percobaan : Sapu tangan basah karena mengandung air Saat dijemur, air pada
sapu tangan mengalami perubahan wujud menjadi gas.
Uap air bergerak ke udara yang suhunya lebih panas.
Setelah semua air berubah menjadi uap, sapu tangan kering.
Percobaan ini membuktikan dengan pemanasan  terjadi perubahan wujud benda dari benda cair  menjadi benda gas.

Beruntunglah kita memiliki pejuang-pejuang bangsa yang mempunyai semangat pengabdian dan keikhlasan dalam berjuang. Para pejuang tersebut merupakan putra putri pilihan, mempunyai kualitas diri yang baik, cakap di bidangnya, dan berbudi pekerti luhur. Mereka adalah pejuang-pejuang sejati yang patut kita teladani.
Nah, sekarang, kamu renungkan dan pikirkan. Apa manfaat dari mempelajari perjuangan mempertahankan kemerdekaan? Tulislah perilaku-perilaku keteladanan yang dimiliki dan ditunjukkan oleh para pejuang!
Apakah kehidupan sehari-harimu sudah mencerminkan sikap yang menghargai jasa para pejuang? Tuliskan semua jawabanmu pada kolom berikut.

Nyanyikan lagu “Maju Tak Gentar” di depan orang tua dan anggota keluargamu yang lain. Nyanyikan dengan nada dan tempo yang tepat. Jangan lupa, mintalah pendapat kepada orang tuamu!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *