SD5 Tema 7-2-4 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 4.

Setelah peristiwa Proklamasi Kemerdekaan, ada pekerjaan sangat penting yang harus dikerjakan. Pekerjaan itu adalah pembentukan negara kesatuan Indonesia.
Banyak peristiwa dalam proses terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai negara yang baru lahir, Indonesia belum memiliki undang-undang dasar yang berfungsi untuk mengatur segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Kepala negara dan kepala pemerintahan yang akan menjalankan pemerintahan serta kelengkapannya juga belum ada. Para pemimpin bangsa segera memanfaatkan dengan sebaik-baiknya lembaga yang ada pada waktu itu, yaitu PPKI yang dibentuk Jepang sejak tanggal 7 Agustus 1945 diketuai Ir. Soekarno dan wakil ketuanya Drs. Moh. Hatta. PPKI menggantikan tugas BPUPKI yang sudah berakhir. BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 April 1945. Apakah kepanjangan PPKI dan BPUPKI?

PPKI = Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

BPUPKI = Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. 

 

Bacaan : Proses Pembentukan NKRI.

1.Pembentukan Kelengkapan Pemerintahan.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama di Gedung Kesenian Jakarta. Sidang dipimpin oleh IR Soekarno dan DRS Mohammad Hatta sebagai wakilnya. Anggota Sidang PPKI sebanyak 27 orang.

Melalui pembahasan secara musyawarah, sidang mengambil keputusan penting, antara lain sebagai berikut.
a, Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi RI.
b, Memilih presiden dan wakil presiden, Ir. Soekarno sebagai Presiden RI dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden RI.
c, Tugas presiden untuk sementara waktu dibantu oleh Komite Nasional.

PPKI melanjutkan pekerjaannya guna melengkapi berbagai hal yang diperlukan bagi berdirinya negara dengan melaksanakan sidang pada tanggal 19 Agustus 1945. Dalam sidang kedua, PPKI menghasilkan keputusan, antara lain sebagai berikut.
a, Menetapkan dua belas kementerian yang membantu tugas presiden dalam pemerintah.
b, Membagi wilayah Republik Indonesia menjadi delapan provinsi, yaitu Provinsi Sumatra , Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sunda Kecil, Provinsi Maluku, Provinsi Sulawesi, dan Provinsi Kalimantan.

2, Pembentukan Komite Nasional Indonesia.
PPKI kembali mengadakan sidang pada tanggal 22 Agustus 1945 yang memiliki agenda pokok tentang rencana pembentukan Komite Nasional dan Badan Keamanan Rakyat. Komite Nasional dibentuk di seluruh Indonesia dan berpusat di Jakarta. Tujuannya sebagai penjelmaan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan kemerdekaan Indonesia yang berdasarkan kedaulatan rakyat.

3, Pembentukan Alat Kelengkapan Keamanan Negara.
Dalam rapat Pleno PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945, diputuskan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR ditetapkan sebagai bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP) yang merupakan induk organisasi dengan tujuan untuk memelihara keselamatan masyarakat, serta merawat para korban perang.

Perkembangan situasi negara makin membahayakan. Pimpinan negara menyadari bahwa sulit untuk mempertahankan negara dan kemerdekaan tanpa angkatan perang. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah memanggil pensiunan Mayor KNIL Oerip Soemoharjo dari Yogyakarta ke Jakarta dan diberi tugas membentuk tentara kebangsaan. Dengan Maklumat Pemerintah pada tanggal 5 Oktober 1945, terbentuklah organisasi ke- tentaraan yang bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

4, Pembentukan Lembaga Pemerintahan di Seluruh Daerah di Indonesia.
Bentuk pemerintah daerah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18 (sebelum diamandemen). Pasal tersebut berbunyi: Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang dengan memandang dan mengingat dasar musyawarah dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak asal usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa. Berdasarkan bunyi pasal tersebut, berarti daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah provinsi. Setiap daerah provinsi akan dibagi pula dalam daerah yang lebih kecil.
Sesuai dengan keputusan PPKI tanggal 18 Agustus 1945 bahwa tugas presiden dibantu oleh Komite Nasional, di daerah-daerah tugas gubernur (kepala daerah) juga dibantu oleh Komite Nasional di daerah. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Daerah yang ada di tiap-tiap provinsi merupakan lembaga yang akan berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebelum diadakan pemilihan umum. Dengan terbentuknya pemerintahan di daerah, yang dibantu oleh Komite Nasional di daerah, diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan, baik di tingkat pusat maupun di daerah.

Cari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1, Apakah tugas PPKI?
2, Apa hasil Sidang PPKI pertama?
3, Apa tujuan pembentukan KNI?
4, Kapan BKR sebagai cikal bakal TNI dibentuk?

Tuliskan 8 provinsi yang dibentuk sebagai hasil Sidang PPKI pertama!

Peristiwa sebelum, saat, dan sesudah Proklamasi juga melahirkan tokoh-tokoh yang sangat berjasa bagi bangsa dan negara. Dengan jiwa rela berkorban dan pantang menyerah serta gagah berani, mereka berdiri di barisan terdepan untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. Selain tokoh Dwitunggal, yakni Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta, juga kita kenal Amhad Soebarjo. Dia juga sangat berjasa dalam perumusan dan penyusunan naskah Proklamasi.

Tokoh : Ahmad Soebarjo.

Ahmad Soebarjo lahir di Karawang, Jawa Barat pada tanggal 23 Maret 1897. Beliau dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan bersahaja. Peran yang menonjol adalah ketika beliau ikut menjadi Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945.
Beliau juga menjadi penengah antara golongan muda dan golongan tua ketika terjadi perbedaan pendapat. Perbedaan itu muncul ketika akan menentukan waktu pembacaan Proklamasi.
Ahmad Soebarjo juga dikenal sebagai tokoh perumus naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Beliau diperintahkan oleh IR Soekarno untuk mengutip kata-kata dari Piagam Jakarta terutama bagian pembukaannya, yaitu “Atas berkat rahmat Allah maka rakyat Indonesia menyatakannya kemerdekaannya”. Kalimat tersebut diminta untuk dijadikan kalimat pembuka naskah Proklamasi. Pada akhirnya, disepakati kalimat pertama pada teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia”. Kalimat ini berasal dari kutipan alinea ketiga Piagam Jakarta.

Berbagai peristiwa dalam usaha pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat telah menunjukkan arti pentingnya persatuan dan kesatuan. Bangsa Indonesia dibangun di atas keragaman dan perbedaan. Ras, suku, golongan, agama dan budaya yang hidup beriringan manjadikan Indonesia bangsa yang besar.
Perbedaan merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang perlu dijaga. Satu di antara perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia adalah suku bangsa dan budaya. Sebagai bangsa yang terdiri atas beraneka ragam suku bangsa, kita harus bangga karena suku-suku yang ada mempunyai budaya yang beragam. Keragaman tersebut terlihat jelas dalam unsur-unsurnya.

Unsur-Unsur Budaya
1. Religi/Kepercayaan
Di Indonesia, diakui adanya enam agama resmi, yaitu Hindu, Buddha, Islam, Katolik, Kristen, dan Konghucu. Semuanya dapat mengembangkan sikap tolerensi dan kerukunan.

2, Mata Pencaharian.
Keragaman alam di Indonesia menyebabkan mata pencaharian masya- rakatnya juga beragam. Sebagian penduduk Indonesia menjadi petani karena memang tanahnya subur. Sementara itu, orang-orang yang tinggal di tepi sungai atau pantai mengandalkan perikanan sebagai mata pencahariannya. Lalu, ada pula yang menjadi pedagang, peternak, pekerja jasa, atau mata pencaharian lainnya.

3,Teknologi dan Peralatan.
Teknologi berkaitan dengan kepandaian dan keterampilan orang dalam membuat atau melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Teknologi bermula dari bentuk yang sangat sederhana, lalu berkembang terus sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Selain itu, kebutuhan manusia mulai beragam. Teknologi yang sudah ada sejak zaman dulu hingga sekarang seperti teknologi dan peralatan senjata, wadah, alat angkut, tempat berlindung (rumah), alat pembuat makanan dan minuman, serta pakaian dan perhiasan.

4, Kesenian.

Hampir semua suku bangsa di Indonesia memiliki kesenian yang menjadi ciri khasnya. Kesenian dapat dikelompokan menjadi dua macam.
a, Kesenian yang dapat dinikmati oleh mata, misalnya seni patung, seni ukir, seni lukis, seni rias, seni tari, seni pedalangan (wayang), dan seni olahraga.
b, Kesenian yang dapat dinikmati oleh telinga, misalnya seni musik dan seni sastra. Setiap suku di Indonesia juga memiliki lagu daerah, alat musik, dan berbagai keseniannya sendiri-sendiri.

5, Pengetahuan.
Berbagai suku bangsa di Indonesia telah memiliki pengetahuan yang tinggi. Pengetahuan itu telah mereka terapkan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan hidup.
Pengetahuan itu antara lain tentang alam sekitar, flora fauna, bahan- bahan mentah, benda-benda di lingkungan alam, tubuh manusia, sifat dan kelakuan manusia, serta pengetahuannya tentang ruang dan waktu.
Misalnya, pengetahuan tentang berbagai jenis tanaman dan ramuan obat tradisonal, pengetahuan menentukan arah orang Dayak sehingga tidak tersesat di hutan belantara, dan pengetahuan menentukan arah para pelaut tradisional kita ketika mengarungi samudra dengan kapal pinisinya sehingga bangsa kita dikenal sebagai bangsa bahari.

6, Sistem Kemasyarakatan.
Sistem kemasyarakatan adalah pola hidup yang menjadi kebiasaan dan dianut serta telah menjadi kebiasaan suatu masyarakat. Ada sistem perkawinan, sistem kekerabatan, dan sistem berperilaku dalam masyarakat.
Contohnya, sistem marga pada suku Batak dan sistem trah pada suku Jawa. Kedua contoh ini merupakan sistem kekerabatan suku-suku tersebut.

7, Bahasa.
Setiap suku bangsa mempunyai alat komunikasi sendiri-sendiri yang terkadang hanya dimengerti dan dipakai oleh suku itu sendiri. Itulah yang dinamakan dialek. Lalu, bagaimana suku-suku di Indonesia bisa berkomunikasi dengan suku yang lain?
Beruntunglah kita memiliki bahasa Indonesia yang telah ditetapkan sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan. Tentu kamu ingat bukan salah satu ikrar Sumpah Pemuda 1928.

Kamu telah mengetahui unsur-unsur budaya di Indonesia. Keragaman unsur budaya tersebut lahir karena adanya berbagai faktor. Faktor itu seperti faktor biologis (keturunan, ras, suku), geografis (keadaan alam), dan historis (sejarah/ masa lampau), serta keterbukaan terhadap pihak luar.

Cari tahu dengan mengamati unsur-unsur budaya yang ada di sekitar tempat tinggalmu. Jika kamu mengalami kesulitan, baca kembali uraian tentang unsur-unsur budaya di atas. Kemudian, tuliskan nama-nama bagian dari kebudayaan pada suku yang kamu kenal.

 

BACA JUGA :   Buku Siswa Kelas 5 Tematik 6 Kurikulum 2013 Rev 2017 - Panas dan Perpindahannya

Salah satu unsur budaya adalah kesenian. Tari adalah salah satu dari berbagai bentuk kesenian. Tari merupakan karya seni dengan gerak tubuh sebagai media utama. Amatilah berbagai karya tari berikut. Tahukah kamu asal daerah karya tari berikut?

Telah diuraikan pada Pembelajaran Dua, bahwa bentuk karya tari ada tiga, yaitu bentuk karya tari tunggal, berpasangan, dan kelompok. Setiap bentuk karya tari lebih indah saat penyajiannya mempertimbangkan pola lantai. Pola lantai adalah garis di lantai yang dilalui oleh penari saat melakukan gerak tari. Selain itu, pola lantai tari kelompok dapat diartikan juga garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari. Perhatikan pola lantai pada tari kelompok berikut.

Kedua gerak di atas menggambarkan semangat kepahlawan. Semangat para pahlawan dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahukah kamu bentuk pola lantai pada kedua gerak di atas? Lakukan kegiatan berikut.

1.Bentuklah kelompok terdiri atas 3 anak. Kemudian, tirukan gerakan di atas dengan pola lantai sesuai gambar.
2.Berlatihlah hingga kelompok kalian kompak memperagakan gerak di atas.
3.Peragakan gerak di atas dengan pola lantai sesuai gambar di depan kelompok lain.

Kamu sekarang telah duduk di kelas V. Tentu kamu memiliki banyak teman yang beragam latar belakangnya. Kamu memiliki teman yang sifat, pembawaan, asal usul, kebiasaan, bahkan suku, ras, dan agama yang beragam, bahkan bisa jadi berbeda dengan dirimu. Betapa beragamnya teman dan lingkunganmu. Lalu, apa yang kamu rasakan dengan memiliki teman-teman yang beragam tersebut? Bagaimana kamu harus memperlakukan teman- temanmu yang memiliki perbedaan-perbedaan itu? Tuliskan pendapatmu pada kolom berikut.

Kamu telah berhasil membuat identitas sukumu dengan menyebutkan unsur- unsur budayanya. Kamu pun juga telah mengetahui identitas suku teman- temanmu di kelas dengan mengenal unsur-unsur budayanya. Nah, sekarang, ceritakan kepada orang tuamu dan anggota keluargamu yang lain mengenai identitas suku bangsamu dan suku bangsa dari seorang temanmu!

 

BACA JUGA :   SD5 Tema 9-2 Benda dalam Kegiatan Ekonomi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *