SD5 Tema 7-2-3 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 3.

Seluruh rakyat Indonesia menyambut dengan suka cita Proklamasi Kemerdekaan.

Peristiwa-peristiwa heroik pun terjadi di berbagai daerah.
Pembacaan teks Proklamasi memicu semangat pejuang-pejuang bangsa mengusir penjajah.

Dalam peristiwa pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ada dua tokoh penting yang mewakili seluruh rakyat Indonesia, yaitu IR Soekarno dan DRS Mohamad Hatta. Kedua tokoh tersebut dikenal sebagai Proklamator.

IR Soekarno merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) dan Pahlawan Proklamator. Beliau menjadi Presiden RI sejak tahun 1945 sampai dengan 1967. IR Soekarno dikenal pandai berpidato dan menguasai beberapa bahasa asing sehingga dijuluki sebagai “Singa Podium”. IR Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 6 Juni 1901. Jenjang pendidikannya dimulai dari Indische School (IS) di Tulungagung. Setelah lulus, Soekarno melanjutkan pendidikannya di Europesche Lagene School (ELS) Mojokerto, Jawa Timur; Hogene Burger School (HBS) Surabaya; dan Technische Hogere School (THS), sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Jawa Barat, dan memperoleh gelar insinyur.

DRS Mohammad Hatta adalah Wakil Presiden Pertama RI (1945-1957) dan Bapak Koperasi Indonesia. Beliau juga sangat berperan dalam upaya memperoleh pengakuan dari pemerintah Belanda terhadap kedaulatan RI. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Jenjang pendidikannya ditempuh di Europoesche Lagere School (ELS) di Bukittinggi, Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO) di Padang, dan Handels Middelsbare School (HMS) di Jakarta.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, IR Soekarno dan DRS Mohamad Hatta beserta para tokoh lainnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. IR Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan dan DRS Mohamad Hatta sebagai pendampingnya. Bahkan, dalam teks Proklamasi tersebut, tercantum nama dan tanda tangan mereka berdua atas nama bangsa Indonesia. Oleh karena itulah, IR Soekarno dan DRS Mohamad. Hatta diberi gelar sebagai Pahlawan Proklamator pada tahun 1986.

Pahamilah bacaan di atas! Tuliskan informasi penting dalam bacaan ke dalam kolom-kolom berikut dengan menggunakan prinsip: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana!

1. Siapakah nama tokoh berikut? IR Soekarno. Proklamator RI.

2. Kapan dan di manakah beliau dilahirkan? 6 Juni 1901 , Di Surabaya.

3. Bagaimanakah riwayat pendidikannya? Insinyur.

4. Julukan apa yang diberikan kepadanya? Mengapa dijuluki seperti itu? Bapak Proklamator.

5. Apa saja yang sudah diperjuangkannya bagi bangsa dan negara Indonesia? Memperjuangkan Kemerdekaan, Tokoh Proklamasi, Menjadi Presiden RI di awal berdirinya Indonesia.

 

1. Siapakah nama tokoh berikut? Mohamad Hatta.

2. Kapan dan di manakah beliau dilahirkan? Bukit Tinggi, 12 Agustus 1902.

3. Bagaimanakah riwayat pendidikannya? Drs. / Sarjana.

4. Julukan apa yang diberikan kepadanya? Mengapa dijuluki seperti itu? Bapak Proklamator bersama IR Soekarno.

5. Apa saja yang sudah diperjuangkannya bagi bangsa dan negara Indonesia? Perjuangan kemerdekaan, Proklamator, Wakil Presiden 1, Perdana menteri. 

Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan disambut dengan penuh suka cita oleh seluruh rakyat di berbagai penjuru daerah. Peristiwa pembacaan Proklamasi memberikan semangat untuk melakukan perlawanan mengusir penjajah di berbagai daerah.

 

BACA JUGA :   SD5 Tema 7-2-1 Peristiwa Kehidupan - Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

Peristiwa Heroik di Yogyakarta / Serangan Umum 1 Maret 1949.

Perebutan kekuasaan di Yogyakarta dimulai pada tanggal 26 September 1945 sejak pukul 10.00 WIB. Para pegawai pemerintah dan perusahaan yang dikuasai Jepang melakukan aksi mogok. Mereka menuntut agar Jepang menyerahkan semua kantor kepada pihak Indonesia.

 

Peristiwa Heroik di Surabaya.

Terjadi insiden bendera di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya. Orang Belanda mengibarkan bendera Merah Putih Biru di atap hotel. Rakyat kemudian menyerbu hotel, menurunkan, dan merobek warna biru bendera itu untuk dikibarkan kembali. Insiden ini terjadi pada tanggal 19 September 1945.

 

Peristiwa Heroik Semarang.
Pada tanggal 15 Oktober 1945, pasukan Jepang melakukan serangan ke Kota Semarang dan dihadapi oleh TKR dan laskar pejuang lainnya. Pertempuran berlangsung selama lima hari. Akibat pertempuran ini, ribuan pemuda gugur dan ratusan orang Jepang tewas. Untuk mengenang peristiwa itu, di Semarang didirikan Monumen Tugu Muda.

Peristiwa Heroik Aceh.
Pada tanggal 6 Oktober 1945, para pemuda dari tokoh masyarakat membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API). Anggota API kemudian merebut dan mengambil alih kantor-kantor pemerintahan. Di tempat-tempat yang telah mereka rebut, para pemuda mengibarkan bendera Merah Putih dan berhasil melucuti senjata tentara Jepang.

Peristiwa Heroik Bali.
Pada bulan Agustus 1945, pemuda Bali membentuk organisasi Angkatan Muda Indonesia (AMI) dan Pemuda Republik Indonesia (PRI). Upaya perundingan untuk menegakkan kedaulatan RI telah mereka upayakan, tetapi pihak Jepang selalu menghambat. Pada tanggal 13 Desember 1945, para pemuda merebut kekuasaan dari Jepang secara serentak, tetapi belum berhasil karena persenjataan Jepang masih kuat.

Peristiwa Heroik di Sumbawa.
Bentrokan fisik antara pemuda dan Jepang terjadi di Gempe, Sape, dan Raba.

Peristiwa Heroik di Kalimantan.
Rakyat Kalimantan juga berusaha menegakkan kemerdekaan dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih, memakai lencana Merah Putih, dan mengadakan rapat-rapat. Namun, kegiatan ini dilarang oleh pasukan Sekutu yang sudah ada di Kalimantan. Rakyat tidak menghiraukan larangan Sekutu sehingga pada tanggal 14 November 1945 di Balikpapan (depan markas Sekutu) berkumpul lebih kurang 8.000 orang dengan membawa bendera Merah Putih.

Peristiwa Heroik di Palembang.
Adanya upacara pengibaran bendera Merah Putih pada tanggal 8 Oktober 1945 yang dipimpin oleh dr. A.K. Gani. Pada kesempatan itu, diumumkan bahwa Sumatra Selatan berada di bawah kekuasaan RI. Upaya penegakan kedaulatan di Sumatra Selatan tidak memerlukan kekerasan karena Jepang berusaha menghindari pertempuran.

Peristiwa Heroik di Makassar.
Gubernur Sam Ratulangi menyusun pemerintahan pada tanggal 19 Agustus 1945. Sementara itu, para pemuda bergerak untuk merebut gedung-gedung penting seperti stasiun radio dan tangsi polisi.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1.Bagaimanakah reaksi rakyat Indonesia menyambut Proklamasi Kemerdekaan?
2.Apa yang terjadi di Hotel Yamato Surabaya pada tanggal 19 September 1945?
3.Peristiwa apa yang melatarbelakangi dibangunnya Tugu Muda di Semarang?
4.Mengapa pemuda Bali melakukan perlawanan terhadap Jepang?
5.Apa yang dilakukan oleh rakyat Kalimantan dalam menyambut Proklamasi Kemerdekaan?

Bersama dengan kelompokmu, tentukan kota-kota atau daerah-daerah yang melakukan tindakan heroik menyambut Proklamasi Kemerdekaan pada peta buta di bawah ini. Berilah tanda merah pada kota dan daerah yang kamu tunjuk!

 <gambar peta indonesia>

Mengapa rakyat di seluruh daerah di Indonesia sangat antusias mendengar dan menyambut berita mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia? Tuliskan cerita kalian pada kolom berikut.

Seluruh rakyat di berbagai daerah dari berbagai suku, agama, dan golongan penuh suka cita menyambut dan merayakan Proklamasi Kemerdekaan. Semua bersatu padu dan lebur saling bahu-membahu melakukan perlawan terhadap penjajah. Semua menunjukkan rasa persatuan dan kesatuan, tidak lagi memikirkan kedaerahan, suku, agama, dan golongan. Hanya ada satu identitas, yaitu Indonesia.

 

BACA JUGA :   SD5 Tema 8-2 1 sd 3 Lingkunan Sahat Kita - Perubahan Lingkungan

1.Indahnya Hidup Ber-bhinneka.

Perhatikan lambang negara kita, Burung Garuda. Lihatlah pita yang dicengkeramnya. Pada pita itu, tertulis kalimat “Bhinneka Tunggal Ika”. Kalimat ter- sebut diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, yang memiliki arti  berbeda-beda  tetapi tetap satu. Kata-kata tersebut kemudian diberi makna yang lebih luas dan menjadi semboyan “meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua”. Semboyan itulah kemudian yang mengikat keberagaman bangsa menjadi satu kesatuan.
Cukupkah kamu mengerti artinya saja? Tentu tidak. Setelah memahami makna yang terkandung di dalamnya, kamu harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kamu bergaul dengan teman dalam kehidupan sehari-hari, tentu kamu akan bertemu dengan keanekaragaman. Kamu akan berbeda dengan teman-temanmu. Mungkin kamu dengan temanmu berbeda dalam kepandaian, keterampilan, hobi, ukuran tubuh, warna kulit, kebiasaan, bahkan suku, golongan, budaya, dan agama. Lalu, bagaimana kamu harus bersikap?

Untuk menerapkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, kamu pun tidak perlu harus meniru temanmu atau orang lain agar terlihat sama. Kamu tidak harus seperti orang lain. Biarlah kamu berbeda dengan orang lain dan orang lain biarlah berbeda dengan dirimu.

Kamu harus menyadari perbedaan itu anugerah dari Tuhan Yan Maha Esa yang harus kita syukuri. Dengan demikian, kamu tidak perlu berselisih hanya karena adanya perbedaan. Kamu harus mensyukuri perbedaan dengan cara menghormati dan menghargai teman-temanmu. Dengan begitu, perbedaan itu justru membuat hidup makin indah.

2.Indahnya Hidup Bersatu dalam Perbedaan.

Kamu tidak dapat hidup sendiri. Kamu membutuhkan bantuan orang lain. Demikian pula, kamu juga dapat membantu orang lain. Dengan saling membantu di tengah masyarakat, hidup akan terasa aman, nyaman, dan tenteram.

Misalnya, dalam bidang keamanan masyarakat. Untuk menjaga keamanan masyarakat, setiap anggota masyarakat wajib melaksanakan ronda sesuai jadwal. Semua mendapat kewajiban yang sama, tidak memandang dia kaya atau miskin, tidak pula memandang asal suku dan agama. Dengan demikian, di masyarakat, akan tercipta keamanan dan ketertiban. Itulah salah satu arti pentingya persatuan dalam perbedaan.

Apa yang akan terjadi jika tidak ada persatuan di masyarakat? Tanpa persatuan, kerukunan di masyarakat sulit terwujud. Setiap orang akan hidup mementingkan dirinya sendiri. Di antara orang, akan muncul rasa saling curiga. Hidup tidak akan nyaman.

Salah satu wujud nyata adanya kerukunan dan persatuan di masyarakat adalah tradisi gotong royong. Misalnya, bergotong royong membangun rumah. Gotong royong melibatkan semua unsur masyarakat.

 

BACA JUGA :   SD5 Tema 7-2-5 Peristiwa Kehidupan - Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

1.Ayo, amati berbagai keberagaman yang ada di kelasmu. Tuliskan pada tabel berikut.

2.Bagaimanakah menciptakan kerukunan dalam kelasmu? Tuliskan pada kolom berikut!
Nama dan Indentitas temanmu, Ciri Fisik , Suku , Agama, Warna Kulit, Bentuk Rambut, Ukuran Tubuh ,Jenis Kelamin.

 

Pentingnya Persatuan di Tempat Tinggalku

Untuk mengetahui pentingnya persatuan, kamu dapat mengamati masyarakat sekitar tempat tinggalmu. Kamu dapat melakukan kegiatan ini secara berkelompok.
Dengan bantuan anggota keluargamu, catatlah kegiatan-kegiatan yang melibatkan seluruh anggota masyarakat di sekitar tempat tinggalmu. Masukkan hasil pengamatanmu pada tabel di bawah ini.

Untuk mengetahui pentingnya persatuan, kamu dapat mengamati masyarakat sekitar tempat tinggalmu. Kamu dapat melakukan kegiatan ini secara berkelompok.

Dengan bantuan anggota keluargamu, catatlah kegiatan-kegiatan yang melibatkan seluruh anggota masyarakat di sekitar tempat tinggalmu. Masukkan hasil pengamatanmu pada tabel di bawah ini.

No. Nama Kegiatan Jenis Kegiatan Waktu Kegiatan Tempat Kegiatan Hasil Kegiatan
1. Kerja Bakti Membersihkan saluran air Hari Minggu, 29 Oktober

2017

Sepanjang jalan desa Saluran air menjadi lancar.

Tidak ada genangan air.

2. Pertemuan Warga   Pukul 8.30    
3.  Dan Seterusnya.        
4.          
5.          

Setelah tabel selesai kamu isi, buatlah penilaian sederhana dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
1.Apakah kegiatan tersebut berjalan dengan baik?
2.Adakah masalah yang menghambat untuk melaksanakan kegiatan itu?
3.Cara apa yang ditempuh oleh masyarakat untuk mengatasi hambatan itu?
4.Apakah persatuan masyarakat sangat menentukan keberhasilan kegiatan itu?
5.Apakah manfaat kegiatan itu dapat dirasakan oleh masyarakat? Manfaat apa sajakah itu?
Gunakan hasil pengamatanmu sebagai bahan untuk membuat laporan. Kemudian, presentasikan hasil laporanmu di depan guru dan teman-temanmu.

Laporan Hasil Pengamatan.

  • Nama Kegiatan : 
  • Hari/Tanggal :
  • Tempat :
  • Anggota :
  • Isikan Pengamatan :
  • Kesimpulan  Hasil Pengamatan.

Kamu telah mengetahui arti penting persatuan bagi dirimu dan bagi masyarakat secara luas. Ingatlah itu sebagai bekal kehidupanmu kelak.
Sekarang, kamu juga sadar bahwa kamu juga bisa hidup dalam keberagaman, bukan? Sebutkan bentuk-bentuk keberagaman yang ada di masyarakat sekitar tempat tinggalmu! Bagaimana caramu menyikapi keberagaman tersebut? Kemukakan pada kolom berikut!

Di dalam keluargamu, pastilah juga ada perbedaan. Kemukakan perbedaan yang ada di keluargamu! Kemudian, ceritakan cara keluargamu menyikapi perbedaan yang ada! Bagaimana pula orang tuamu mendidik untuk hidup rukun?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *