SD5 Tema 7-2-2 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 2.

Beni dan ayahnya di kebun cengkih milik Pak Rudi.
Beni : “Ayah, tadi sewaktu kita datang, di daun-daun cengkih dan rerumputan, terdapat titik-titik air. Ke mana perginya titik-titik air itu? Mengapa sekarang tidak ada lagi?”
Ayah : “Itu namanya embun. Tadi, ketika kita datang, masih pagi. Jadi, masih banyak kita jumpai embun di dedaunan. Sekarang sudah siang, embun- embun itu menguap terkena panas sinar matahari.”
“Peristiwa ini disebut penguapan. Proses penguapan embun terjadi dengan bantuan energi sinar matahari dan angin. Akibat panas dari sinar matahari, air menguap menjadi uap air.”

Beni : “Oh, begitu.”
Ayah : “Energi panas atau kalor memiliki peran utama dalam proses penguapan tersebut. Energi panas dapat mengubah suhu benda dan dapat mengubah wujud benda.”

Untuk menyelidiki bahwa kalor dapat menyebabkan perubahan wujud benda, lakukan percobaan berikut!

 

Percobaan.

Tujuan : Mengamati Perubahan Wujud Benda.

Alat dan Bahan : Es Batu;  Mangkuk; Palu/martil.

Cara Kerja : 
1, Siapkan alat dan bahan.
2, Pecahkan es hingga berukuran kecil-kecil.
3, Letakkan beberapa potong es di mangkuk.
4, Letakkan es tersebut di bawah panas terik matahari.
5, Biarkan es selama lima menit.
6, Amatilah perubahan pada es.

Peristiwa perubahan wujud benda padat menjadi benda cair karena adanya pemanasan disebut mencair. Contoh lain peristiwa mencair sebagai bentuk perubahan wujud benda karena kalor atau panas adalah sebagai berikut.
1.Mentega dipanaskan.
2.Logam dipanaskan pada suhu tinggi.
3.Lilin dipanaskan.

Untuk menyelidiki terjadinya peristiwa mencairnya suatu benda yang disebabkan oleh kalor atau panas, lakukan percobaan memanaskan mentega di atas kompor. Berhati-hatilah saat melakukan percobaan menggunakan kompor. Tuliskan prosedur percobaan seperti berikut.

  • Judul Percobaan :
  • Tujuan :
  • Alat dan Bahan:
  • Langkah Kerja :
  • Kesimpulan. 

Banyak peristiwa di sekitar kita yang menunjukkan perubahan wujud benda karena kalor. Bahkan, di sekitar rumah, kamu akan menjumpai peristiwa itu. Nah, bagaimanakah dengan peristiwa sebelum, saat, dan setelah pembacaan teks Proklamasi? Peristiwa apa sajakah yang terjadi? Mari, kita pelajari bersama.

Banyak peristiwa terjadi turut mengiringi peristiwa pembacaan teks proklamasi. Peristiwa yang terjadi menjadi catatan sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

Judul Bacaan : Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi.

Setelah mendengar berita Jepang menyerah kepada Sekutu, bangsa Indonesia memper- siapkan dirinya untuk merdeka. Perundingan- perundingan diadakan di antara para pemuda dengan tokoh-tokoh tua, maupun di antara para pemuda sendiri. Walaupun demi- kian, antara tokoh pemuda dan golongan tua sering terjadi perbedaan pendapat. Akibatnya, terjadilah “Peristiwa Rengasdengklok”. Pada tanggal 16 Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Poetra dibawa pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tujuannya mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah melalui perdebatan dan ditengahi Ahmad Soebardjo, menjelang malam hari, kedua tokoh, Bung Hatta dan Bung Karno, akhirnya kembali ke Jakarta. Rombongan Soekarno-Hatta sampai di Jakarta pada pukul 23.00 WIB. Soekarno dan Hatta setelah singgah di rumah masing masing, lalu bersama rombongan lainnya menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta (tempat Ahmad Soebardjo bekerja). Di tempat itu, mereka akan merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Perumusan sampai dengan penandatanganan teks Proklamasi Kemer- dekaan baru selesai pada pukul 04.00 WIB dini hari pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu juga, disepakati bahwa teks Proklamasi akan dibacakan di halaman rumah IR  Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB.

 

BACA JUGA :   SD Kelas 5 Tema 6 - Pahlawan Buku - Penulis Ganda Rudolf - Literasi 2

Adapun peristiwa setelah dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan sebagai berikut.

1, Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

  • Para pemuda menyebarkan berita Proklamasi melalui berbagai cara, antara lain menyebar pamflet, mengadakan pertemuan, dan menulis pada tembok-tembok.
  • Wartawan Kantor Berita Domei (sekarang Kantor Berita Antara), Syahruddin berhasil menyelundupkan teks Proklamasi dan diterima oleh Kepala Bagian Radio, Waidan B. Palenewen. Teks Proklamasi tersebut kemudian diberikan kepada F. Wuz untuk segera disiarkan melalui radio.
  • Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui beberapa surat kabar. Harian Soeara Asia di Surabaya adalah koran pertama yang menyiarkan berita Proklamasi.
  • Pihak pemerintah Republik Indonesia juga menugaskan para gubernur yang telah dilantik pada tanggal 2 September 1945 untuk menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di wilayahnya.

2, Sambutan Rakyat di Berbagai Daerah terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa penting yang menunjukkan dukungan rakyat secara spontan terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain sebagai berikut.

  • Rapat Raksasa di Lapangan lkada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 menyambut kemerdekaan.
  • Usaha menegakkan kedaulatan juga terjadi di berbagai daerah dengan adanya tindakan heroik di berbagai kota yang mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Aceh, Bali, Palembang, Kalimantan, Bandung, Makassar, Lampung, Solo, Sumatra Selatan, dan Sumbawa.

Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan yang berjudul “Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi”. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada guru atau berdiskusi.

1.Jawablah pertanyaan-pertanyaan terkait Peristiwa Rengasdengklok berikut.

  • Kapan Peristiwa Rengasdengklok terjadi?
  • Siapakah yang diamankan pada Peristiwa Rengasdengklok?
  • Siapakah yang memelopori Peristiwa Rengasdengklok?
  • Apa yang terjadi di Rengasdengklok?
  • Apa tujuan Peristiwa Rengasdengklok?
  • Apa hasil kesepakatan pada Peristiwa Rengasdengklok?

2.Ceritakan kembali secara tertulis peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada kolom berikut.

A.Penyebarluasan Berita Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan
B.Reaksi Masyarakat Indonesia

Peristiwa pembacaan teks Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan tonggak sejarah yang menjadikan bangsa Indonesia merdeka dan berdaulat. Seluruh rakyat Indonesia pun menyambut dengan penuh kegembiraan. Ayo, tularkan semangat kemerdekaan dengan menyanyikan lagu berikut.

 

BACA JUGA :   Buku Siswa Kelas 5 Tematik 6 Kurikulum 2013 Rev 2017 - Panas dan Perpindahannya

Lirik Lagu Hari Merdeka.

Tujuh belas agustus tahun empat lima.
Itulah hari kemerdekaan kita.
Hari merdeka, nusa dan bangsa.
Hari lahirnya bangsa Indonesia.
Merdeka.

Sekali merdeka tetap merdeka.
Selama hayat masih di kandung badan.
Kita tetap setia tetap setia.
Mempertahankan Indonesia.
Kita tetap setia tetap setia.
Membela negara kita.

Dapatkah kamu melakukan gerak tari diiringi lagu “Hari Merdeka” di atas? Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari dalam tubuh manusia. Penampilan gerak tari akan terasa lebih indah jika ada iringan musiknya. Musik dan tari merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Musik dapat mengatur tempo gerak, sebagai pengiring, memberikan suasana, dan sebagai ilustrasi untuk mempertegas ekspresi gerak. Selain musik atau iringan tarinya, keindahan gerak tari juga dapat dilihat dari pola lantai saat penari memperagakan gerak tari. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan pola lantai? Pola lantai adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh penari dari perpindahan tempat satu ke tempat lain pada saat melakukan gerak tari.

Menurut jenisnya, ada tiga bentuk karya tari yang perlu kamu ketahui sebelum kita lebih lanjut membahas tentang pola lantai. Ada bentuk karya tari tunggal, karya tari berpasangan, dan bentuk tari kelompok. Perhatikan gambar berikut.

Apakah kamu bisa membedakan ketiga bentuk karya tari tersebut? Ayo, diskusikan bersama teman sebangkumu.

Tampak gambar tari tunggal; tari berpasangan; tari berkelompok.

Diskusikan bersama teman sebangkumu.
1.Apa perbedaan bentuk karya tari tunggal, berpasangan, dan kelompok?
2.Bagaimana pola lantai pada karya tari tunggal, berpasangan, dan kelompok?

Tuliskan hasil diskusi kalian pada kolom berikut.

Dengan mengetahui peristiwa Proklamasi, kita menjadi makin mengetahui bahwa diperlukan usaha keras dan pengorbanan yang besar untuk meraih kemerdekaan dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelajaran yang dapat kita petik adalah kepentingan bangsa dan negara adalah yang utama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Dalam lingkup yang lebih kecil (dalam kehidupan bermasyarakat), kepentingan umum harus diutamakan daripada kepentingan pribadi.

Kamu adalah generasi penerus bangsa. Apa yang dapat kamu lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini? Tuliskan pada kolom berikut.

Nyanyikan lagu “Hari Merdeka” dengan nada dan tempo yang benar di depan orang tua dan anggota keluargamu yang lain. Cobalah bernyanyi sambil bergerak dengan tegas dan semangat. Selesai bernyanyi dan bergerak, mintalah tanggapan orang tuamu. Tuliskan tanggapan orang tuamu atas kegiatan yang kamu lakukan pada kolom berikut!

 

BACA JUGA :   Buku Siswa Kelas 5 Tematik 9 Kurikulum 2013 Rev 2017 - Benda di sekitar kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *