SD5 Tema 7-1-2 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan.

Bangsa-bangsa Eropa mulai memperkuat dan melanggengkan kekuasaannya
di Indonesia. Mereka membentuk pemerintahan kolonial dengan berlaku tidak adil terhadap rakyat Indonesia.

Demi mewujudkan Semboyan 3 G, bangsa-bangsa Eropa di Indonesia membentuk pemerintahan kolonial di Indonesia, tidak lagi hanya urusan perdagangan. Pemerintahan kolonial yang mereka bentuk semata-mata hanya untuk melanggengkan dan memperluas kekuasaan mereka terhadap bangsa Indonesia. Penderitaan rakyat Indonesia pun makin bertambah. Pemerintahan kolonial melakukan penindasan-penindasan dengan membuat peraturan dan program kerja yang hanya menguntungan pihak mereka sendiri, seperti kerja paksa, tanam paksa, dan lain-lain.

Bagaimanakah pemerintahan kolonial di Indonesia terbentuk? Bagaimana pula kondisi rakyat Indonesia? Bacalah bacaan berikut dengan saksama!

Peristiwa-Peristiwa pada Masa Pemerintahan Kolonial Inggris
Setelah berhasil menguasai Indonesia, pemerintah Inggris kemudian mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai Letnan Gubernur di Indonesia. Raffles memulai tugasnya pada tanggal 19 Oktober 1811.

Kebijakan di Bidang Ilmu Pengetahuan :
1, Mengundang ahli pengetahuan dari luar negeri untuk mengadakan berbagai penelitian ilmiah di Indonesia.
2, Raffles bersama Arnoldi berhasil menemukan bunga bangkai sebagai bunga raksasa dan terbesar di dunia. Bunga tersebut diberinya nama ilmiah Rafflesia Arnoldi.

3.Raffles menulis buku “History of Java” dan merintis pembangunan Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor merupakan kebun biologi yang mengoleksi berbagai jenis tanaman di Indonesia bahkan dari berbagai penjuru dunia.

Kebijakan di Bidang Ekonomi :
1, Menghapus contingenten penyerahan diganti dengan sistem sewa tanah (land-rente).
2, Semua tanah dianggap milik negara. Maka, petani harus membayar pajak sebagai uang sewa.

Upaya Raffles menerapkan sistem pajak tanah mengalami kegagalan karena faktor-faktor berikut.
1, Sulit menentukan besar kecilnya pajak bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat mempunyai tanah yang sama.
2, Sulit menentukan luas sempitnya dan tingkat kesuburan tanah petani.
3, Keterbatasan pegawai-pegawai Raffles.
4, Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.

Kebijakan di Bidang Pemerintahan, Pengadilan, dan Sosial Dalam bidang ini, Raffles menetapkan kebijakan berikut:
1, Pulau Jawa dibagi menjadi 16 keresidenan termasuk Yogyakarta dan Surakarta.
2, Setiap keresidenan mempunyai badan pengadilan.
3, Melarang perdagangan budak.

 

Judul Bacaan : Peristiwa-Peristiwa pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda.

Pada tahun 1595, Belanda berangkat dari Eropa di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan sampai di Indonesia pada tahun 1596 dengan mendarat di Banten. Sejak pelayaran de Houtman, banyak berdiri perusahaan- perusahaan dagang Belanda yang masing-masing memiliki kapal sendiri dan berlayar ke Indonesia.

Pembentukan VOC.

Pedagang Belanda dengan didukung oleh pemerintahnya membentuk kongsi dagang yang bernama VOC (Vereenidge Oostindische Compagnie) pada tanggal 20 Maret 1602.

Tujuan VOC di Indonesia antara lain sebagai berikut.
1, Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting.
2, Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.
3, Melaksanakan monopoli perdagangan rempah- rempah.

Pengalihan Kekuasaan VOC kepada Kerajaan Belanda

Memasuki akhir abad ke-18, kejayaan VOC mulai merosot.
Faktor internal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.
1, Banyak pegawai VOC melakukan korupsi.
2, Sulitnya melakukan pengawasan terhadap daerah penguasaan VOC yang sangat luas.

Faktor eksternal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.
1, Meletusnya Revolusi Prancis menyebabkan Belanda jatuh ke tangan Prancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte.
2, Penentangan oleh rakyat Indonesia terhadap VOC dalam bentuk peperangan yang banyak menyedot pembiayaan dan tenaga.

Pada tanggal 15 Januari 1808, Herman W. Daendels menerima kekuasaan dari Gubernur Jenderal Weise. Daendels dibebani tugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris karena Inggris telah menguasai daerah kekuasaan VOC di Sumatra, Ambon, dan Banda.

Sebagai gubernur jenderal, langkah-langkah yang ditempuh Daendels antara lain:
1, meningkatkan jumlah tentara dengan cara mengambil dari berbagai suku bangsa di Indonesia,
2, membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya,
3, membangun pangkalan armada di Anyer dan Ujung Kulon,
4, membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan sepanjang lebih kurang 1.100 km, dan
5, membangun benteng-benteng pertahanan.

Daendels menerapkan sistem kerja paksa (rodi). Daendels juga melakukan berbagai usaha untuk mengumpulkan dana dalam menghadapi Inggris, antara lain: mengadakan penyerahan hasil bumi, memaksa rakyat menjual hasil buminya kepada pemerintah Belanda dengan harga murah, mewajibkan rakyat Priangan untuk menanam kopi, dan menjual tanah- tanah.

Pahamilah bacaan di atas!
Buatlah perbandingan pelaksanaan pemerintahan kolonial Inggris dan Belanda. Buatlah perbandingan dengan menggunakan prinsip: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana!

Pemerintahan Kolonial Inggris dan Belanda.

  • Siapakah tokoh yang paling terkenal pada masa pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia?
  • Siapakah tokoh yang paling terkenal pada masa pemerintahan kolonial Inggris di Indonesia?
  • Di manakah daerah kekuasaannya Kolonial Belanda dan Inggris ?
  • Kebijakan apa yang diambil selama pemerintahan kolonial belanda berlangsung?
  • Kebijakan apa yang diambil selama pemerintahan kolonial inggris berlangsung?
  • Kapankah waktu pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia dimulai?
  • Kapankah waktu pemerintahan kolonial Inggris di Indonesia dimulai?
  •  Kebijakan apa yang diambil selama pemerintahan kolonial belanda berlangsung?
  • Kebijakan apa yang diambil selama pemerintahan kolonial inggris berlangsung?
  • Bagaimana kondisi rakyat pada masa pemerintahan kolonial?

 

BACA JUGA :   SD5 - IPA - Bab 2 - Pencernaan pada Manusia

Diskusi :

1, Bentuk kelompok diskusi yang beranggotakan 3-5 siswa.
2, Lakukan diskusi kelompok mengenai permasalahan berikut.
a.Faktor-faktor pendorong terjadinya penjelajahan samudra bangsa- bangsa Eropa.
b.Ringkasan peristiwa dibentuknya VOC.
c.Kondisi rakyat Indonesia pada masa pelaksanaan tanam paksa.

Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas. Beri kesempatan kepada setiap anggota kelompok untuk berbicara atau menjawab pertanya- an dari kelompok lain.
Ingat, saat berbicara di depan kelas, pastikan suaramu cukup jelas terdengar. Bicaralah dengan kalimat yang teratur dan tidak terburu-buru.

Jika kamu telah selesai presentasi, mintalah satu orang temanmu untuk memberikan penilaian seperti dalam tabel di bawah ini. Kamu juga memberikan penilaian terhadap presentasi seorang temanmu.

 

Judul Bacaan : Perubahan Wujud Benda.

Benda-benda di sekitar kita memiliki sifat dan ciri yang unik. Dengan memahami sifat-sifat benda, kita dapat mempelajari fenomena alam yang terjadi di sekitar kita dengan baik. Dengan memahami sifat benda, kamu tahu apa yang akan kamu lakukan ketika kamu berada di sungai, di laut, atau di danau. Dengan mengetahui sifat benda, kamu tahu apa yang akan kamu lakukan untuk mengubah bentuk benda-benda tersebut.

Meskipun hanya tiga wujud benda, tetapi ketiganya dapat mengalami perubahan wujud dengan cara yang berbeda. Perubahan wujud benda disebabkan oleh lingkungan yang berubah, misalnya suhu lingkungan yang menjadi panas atau dingin. Perubahan wujud suatu benda yang terjadi antara lain adalah peristiwa membeku, mencair, menguap, mengembun, atau menyublim.

Membeku merupakan perubahan wujud benda cair menjadi benda padat. Perubahan ini terjadi karena suhu di lingkungan menjadi dingin. Benda cair akan membeku jika suhunya di bawah 0°C. Perubahan air menjadi es merupakan salah satu peristiwa yang sering dijumpai sehari-hari.

Mencair merupakan perubahan wujud benda padat menjadi benda cair akibat suhu yang panas. Beberapa peristiwa di sekitarmu mudah kamu temui untuk menunjukkan peristiwa ini. Salah satunya ialah es mencair.

Menguap merupakan perubahan wujud benda cair menjadi benda gas. Peristiwa ini mudah dijumpai ketika ada kegiatan masak-memasak. Pada saat air dipanaskan di atas api kompor, dalam beberapa saat, air akan mendidih. Peristiwa mendidih adalah contoh terjadinya penguapan atau perubahan dari benda cair ke gas dan pada saat yang sama, terjadi pengurangan volume air.

  1. Jelaskan perbedaan peristiwa membeku dan mencair!
  2. Jelaskan perbedaan peristiwa membeku dan menguap!
  3.  Jelaskan perbedaan peristiwa mencair dan menguap!
  4. Apa saja yang menyebabkan terjadinya peristiwa membeku, mencair, dan menguap?
  5. Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa mencair?
  6. Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa membeku?
  7. Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa menguap?

Bersama dengan teman sekelompokmu, rancanglah percobaan untuk menunjukkan terjadinya peristiwa mencair, membeku, dan menguap.
1, Siapkanlah alat dan bahan yang diperlukan.
2, Tulislah tahap dan langkah-langkahnya.
3, Gambarlah setiap tahapan yang kamu rancang.
4, Lakukan percobaan sesuai tahap yang telah kamu rancang.
5, Catatlah setiap perubahan yang terjadi dengan saksama.
6, Buatlah laporan hasil percobaanmu ke dalam sebuah poster.
7, Pada poster, jelaskan perbedaan utama ketiga peristiwa perubahan wujud benda tersebut.
8, Gambarkanlah hubungan antara ketiga perubahan wujud benda tersebut dalam sebuah bagan, dan jelaskanlah.
9, Presentasikan hasil percobaanmu dengan percaya diri.

Kamu telah mempelajari wujud-wujud benda berupa padat, cair, dan gas beserta sifat-sifatnya. Benda berwujud gas tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan. Contohnya adalah angin. Saat kamu di pantai, kamu dapat merasakan embusan angin. Angin juga menerpa daun-daun kelapa sehingga tampak melambai-lambai. Kini, ayo berlatih menyanyikan lagu berjudul “Rayuan Pulau Kelapa”.

Ciptaan: Ismail Marzuki

Tanah airku Indonesia,
Negeri elok amat kucinta,
Tanah tumpah darahku yang mulia,
Yang kupuja sepanjang masa.

Melambai lambai,
Nyiur di pantai,
Berbisik bisik,
Raja Kelana.

Memuja pulau,
Nan indah permai,
Tanah Airku,
Indonesia.

Tanah airku aman dan makmur,
Pulau kelapa yang amat subur,
Pulau melati pujaan bangsa,
Sejak dulu kala.

Melambai lambai,
Nyiur di pantai,
Berbisik bisik,
Raja Kelana.

Memuja pulau,
Nan indah permai,
Tanah Airku,
Indonesia.

Lagu “Rayuan Pulau Kelapa” merupakan salah satu lagu wajib. Apakah lagu wajib itu?

Lagu wajib adalah lagu yang wajib dipelajari oleh siswa dalam rangka menanamkan rasa cinta tanah air, menghargai jasa pahlawan, dan membakar semangat perjuangan agar selalu menyala.
Ciri-ciri lagu wajib antara lain sebagai berikut.
1.Lirik lagu wajib bertujuan untuk menanamkan sikap cinta tanah air, kepahlawanan, nasionalisme, serta rela berkorban demi bangsa dan negara.
2.Biasanya, lagu wajib menggunakan irama yang penuh semangat dan atau berupa himne.
3.Lagu-lagu wajib diajarkan, dipelajari, dan dihayati sesuai dengan maksud dan tujuan yang terkandung di dalamnya.

Jelaskan isi lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dengan kata-katamu sendiri. Tuliskan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perhatikan penggunaan kata- kata baku. Perhatikan pula penggunaan tanda baca yang benar. Tuliskan dalam kotak berikut.

1.Kamu telah memahami konsep dan pengetahuan mengenai informasi dari bacaan sejarah mengenai pemerintahan kolonial di Indonesia. Salah satunya tentang penderitaan yang dialami oleh rakyat Indonesia akibat penindasan dan kekejaman yang dilakukan pemerintahan kolonial. Bandingkan kondisi kehidupan pada masa pemerintahan kolonial dan kondisi kehidupan seperti yang kamu alami sekarang! Apa yang kamu rasakan? Bagaimanakah kamu mensyukuri kehidupanmu sekarang ini?

2.Kamu telah memahami konsep dan pengetahuan mengenai perpindahan kalor. Tuliskan benda-benda dalam kehidupan sehari-hari yang dapat berubah wujud karena perpindahan kalor.

Bersama orang tua atau anggota keluargamu yang lain, amatilah kegiatan sehari-hari keluargamu di rumah. Identifikasilah, lalu tuliskan kegiatan- kegiatan yang menunjukkan adanya perubahan wujud benda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *