I.4. PP (Pelayanan Pasien)

  1. Pelayanan untuk setiap pasien direncanakan oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), perawat dan pemberi pelayanan kesehatan lain dalam waktu 24 jam sesudah pasien masuk rawat inap.[DP]
  2. Rencana pelayanan pasien harus individual dan berdasarkan data asesmen awal.[DP]
  3. Rencana pelayanan dicatat dalam rekam medis dalam bentuk kemajuan terukur pencapaian sasaran.[DP]
  4. Kemajuan yang diantisipasi dicatat atau direvisi sesuai kebutuhan; berdasarkan hasil asesmen ulang dari pasien oleh praktisi pelayanan kesehatan.[DP]
  5. Rencana pelayanan yang tiap pasien diperiksa ulang dan di verifikasi oleh DPJP dengan mencatat kemajuannya.[DP]
  6. Rencana pelayanan disediakan.[DP]
  7. Pelayanan yang diberikan kepada setiap pasien dicatat dalam rekam medis pasien oleh pemberi pelayanan.[DP, SPO, Pedoman, Kebijakan, Evaluasi]

 

* Standar PP.2.2

Mereka yang diizinkan memberikan perintah pelayanan menulis perintah ini dalam rekam medis pasien di lokasi yang sama/seragam.

* Maksud dan tujuan PP.2.2

Aktivitas pelayanan pasien termasuk pemberian perintah, misalnya, untuk pemeriksaan laboratorium, pemberian obat, pelayanan keperawatan dan terapi nutrisi. Prosedur diagnostik, operasi dan prosedur lain diperintahkan oleh mereka yang berkualifikasi memadai untuk hal tersebut. Perintah ini harus mudah diakses untuk dapat dilaksanakan tepat waktu. Penempatan perintah pada suatu lembar umum atau lokasi yang seragam di rekam medis pasien membantu terlaksananya perintah. Perintah tertulis tertentu membantu staf untuk mengerti kekhususan perintah, kapan harus dilaksanakan dan siapa yang harus melaksanakan. Perintah dapat ditulis pada suatu lembar perintah yang kemudian dimasukkan ke rekam medis pasien secara periodik atau pada waktu pasien keluar dari rumah sakit.

Setiap rumah sakit memutuskan :

  • Perintah mana yang harus tertulis daripada lisan
  • Permintaan pemeriksaan diagnostik imajing dan pemeriksaan laboratorium klinik termasuk indikasi klinis/ rasional
  • Pengecualian di pelayanan khusus seperti IGD dan Unit Pelayanan Intesif.
  • Siapa yang diizinkan memberi perintah.
  • dilokasi mana perintah tersebut dicatat dalam rekam medis pasien.

 

* Elemen Asesmen PP.2.2

  1. Perintah harus tertulis bila diperlukan, dan mengikuti kebijakan rumah sakit.[SPO, Pedoman, Kebijakan]
  2. Permintaan diagnostik imajing dan pemeriksaan laboratorium klinik harus disertai indikasi klinis /rasional apabila memerlukan ekspertise.[...]
  3. Hanya mereka yang diizinkan boleh menulis perintah.[...]
  4. Perintah berada di lokasi tertentu yang seragam di rekam medis pasien.[W.Staf, DP, Evaluasi]

 

* Standar PP.2.3

Prosedur yang dilaksanakan harus dicatat dalam rekam medis pasien.

* Maksud dan tujuan PP. 2.3

Diagnostik dan tindakan lain yang dilakukan dan hasilnya, dicatat dalam rekam medis pasien. Tindakan tersebut termasuk endoskopi, kateterisasi jantung dan tindakan invasif lain dan tindakan diagnostik non invasif dan prosedur terapi.

* Elemen Asesmen PP.2.3

  1. Tindakan yang dilakukan harus dicantumkan dalam rekam medis pasien.[W.Staf, DP, Pedoman, Kebijakan, Evaluasi]
  2. Hasil tindakan yang dilakukan dicatat dalam rekam medis pasien.[...]

 

* Standar PP.2.4

Pasien dan keluarga diberi tahu tentang hasil pelayanan dan pengobatan termasuk kejadian tidak diharapkan.

* Maksud dan tujuan PP.2.4

Pelayanan dan proses pengobatan merupakan siklus terusan dari asesmen dan asesmen ulang, perencanaan dan pemberian pelayanan, dan asesmen hasil pelayanan. Pasien dan keluarga diberitahukan tentang hasil dari proses asesmen, tentang perencanaan pelayanan dan pengobatan dan diikutsertakan dalam pengambilan keputusan. Jadi untuk melengkapi siklus informasi dengan pasien, mereka perlu diberitahu tentang hasil pelayanan dan pengobatan, termasuk informasi tentang kejadian yang tidak diharapkan.

* Elemen Asesmen PP.2.4

Page 3 of 8 | Previous page | Next page